Menjalani Kehamilan di Belanda Bag. 3 – Bidan: On time, Informatif, serta Komunikatif

Masih lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang bidan di Belanda, kali ini saya akan menceritakan tentang pelayanan seperti apa yang saya dapatkan selama melakukan kontrol di bidan.


Bidan yang Tepat Waktu –dan hemat waktu-

Kebayang ga sih buat mau ketemu untuk kontrol rutin mesti menunggu berjam-jam? Pasti ga enak kan ya. Untungnya, disini saya tidak pernah merasakan hal tersebut. Paling lama saya mengantri adalah setengah jam saja, itu juga hanya sekali, sisanya, paling ya 5 atau 10 menit. Itu juga tidak selalu. Kalo disini, setiap kontrol sudah ditentukan tepat tanggal dan waktunya, bahkan dalam ukuran menit. Jadi, kalo janjiannya 16.00, ya kita akan mulai kontrol jam segitu. Cukup datang kira-kira 10-15 menit sebelum, maka kita tidak perlu menunggu terlalu lama.

Di awal pertemuan dengan bidan, setiap pasien diberikan kartu pasien. Di kartu tersebut sudah tertera waktu dan durasi serta agenda yang akan dibicarakan di tiap-tiap pertemuannya. Kalo memang durasinya hanya 10 menit, maka si bidan akan mengatur sedemikian rupa sehingga kita memang hanya kontrol selama 10 menit. Masa sih kontrol kandungan hanya 10 menit? Bener kok. Cukup singkat, tapi menurut saya cukup efektif. Dicantumkannya agenda yang akan dibicarakan di tiap kontrol rutin pun menurut saya sangat membantu, karena dengan begitu pasien sudah mempersiapkan diri tentang apa-apa saja yang akan dibahas, paling tidak sudah baca-baca sedikit, sehingga ketika ketemu bidan, tinggal diskusi saja dan menanyakan apa yang kurang dipahami.

Dan memang tidak semua durasi pertemuan adalah 10 menit. Ada juga yang 20 menit, 30 menit, dan 40 menit. Tergantung dari agenda konsultasinya.

Selain tepat waktu, kontrol bidan disini juga hemat waktu. Kenapa saya bilang begitu? Seperti yang sudah dikatakan di awal, saya memilih bidan yang dekat rumah. Jaraknya sekitar 900 meter saja dari rumah. Untuk menuju kesana, tidak perlu menembus macet, cukup dengan berjalan kaki kira-kira 10-15 menit sudah sampai. Jadi, kalo jadwal kontrolnya jam 16.00, saya cukup berangkat dari rumah 20 menit sebelum jadwal saja. Tidak perlu berjam-jam. Selain itu, saya tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk mengantri. Hemat waktu, bukan?


 Bidan yang Informatif dan komunikatif

Selain itu, bidannya cukup komunikatif, informatif, dan fasih berbahasa inggris. Setiap pertanyaan saya dijawabkan dengan jawaban yang jelas. Setiap keluhan saya didengarkan dengan baik, kemudian diberi penjelasan. Tidak panjang lebar tapi to the point. Informasi yang diberikan lengkap. Termasuk tes-tes yang akan saya ikuti, seperti tes Down Syndrome dan tes 20week anomaly scan. Bahkan, saya pun diberikan brosur penjelasan mengenai tes tersebut. Brosur tersebut bukan dibuat oleh bidan, melainkan oleh RIVM atau Dutch National Institute for Public Health and the Environment. Tentu saja brosur yang diberikan adalah brosur dalam bahasa Belanda. Tapi, kita bisa mengunduh versi bahasa inggrisnya di situs RIVM.

Selain tentang tes-tes yang saya ikuti, bidan saya juga memberikan saran untuk mengikuti kelas childbirth preparation serta kelas breastfeeding dan kenapa saya harus ikut kelas tersebut. Selain itu, mereka juga memberikan rekomendasi beberapa tempat yang bisa dijadikan pilihan.

Oh iya, meski saya bilang bidan disini cukup informatif, jangan bayangkan bahwa kita akan tiba-tiba diberi penjelasan begitu saja oleh si bidan. Lalu bagaimana? Pertama-tama adalah kita harus bertanya. Setiap di awal pertemuan, yang akan ditanyakan oleh bidan adalah, ”How do you feel” yang kemudian dilanjutkan dengan “Any questions?”. Kalo kita hanya menjawab, “Nothing’s bad and no questions,” maka ya sudah, dia tidak akan menjelaskan banyak hal karena menurut dia kita sudah tidak ada masalah. Begitu pula ketika dia selesai menjelaskan sesuatu, apabila memang ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan bertanya, apa pun pertanyaannya.


Di verloskundigenpraktijk tempat saya terdaftar jadi pasien, terdapat 5 orang bidan. Saya tidak melulu bertemu dengan orang yang sama, karena nantinya saya harus kenal dengan mereka semua agar nantinya tidak canggung ketika melahirkan, karena ketika melahirkan, saya tidak bisa memilih dengan siapa dari ke 5 orang tersebut yang akan membantu proses melahirkan saya nanti.

Sejauh ini, saya sudah bertemu dengan 4 orang dari mereka. Semuanya ramah dan membuat saya nyaman untuk bercerita. Mungkin karena sesama perempuan kali yaa. Sambutan mereka selalu hangat. Saya jadi bertanya-tanya, apa semua bidan-termasuk di Indonesia- semua seperti ini ya? Hmm, bisa jadi sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s