Menjalani Kehamilan di Belanda Bag. 2 – Ibu Hamil Ditangani oleh Bidan, bukan oleh Dokter Kandungan

Salah satu yang unik di Belanda adalah, semua wanita hamil itu akan ditangani oleh bidan, tidak seperti di Indonesia dan mungkin di negara lain dimana wanita hamil itu ditangani oleh dokter kandungan. Kalau disini, dokter kandungan akan ikut terlibat apabila dalam kehamilan tersebut ditemukan permasalahan khusus. Bahkan, ketika kita hendak mendaftarkan diri ke dokter kandungan, kita butuh surat rujukan terlebih dahulu dari bidan. Kita tidak bisa langsung mendaftar ke dokter kandungan.

Bidan di Belanda memiliki peran utama dalam memantau kondisi ibu hamil. Bidan bertanggungjawab penuh terhadap kondisi ibu hamil dan janinnya, mulai dari awal kehamilan hingga kelahiran, bahkan di usia minggu pertama bayi lahir. Karena itu, bidan memiliki wewenang untuk melakukan serangkaian tindakan terhadap ibu hamil dan janinnya, termasuk untuk menentukan tes-tes apa saja yang harus dilakukan oleh ibu hamil dari membaca kondisi kehamilan si ibu. Pasien tidak bisa sembarangan melakukan tes (bahkan USG) tanpa ada rujukan dari bidan.

Contohnya adalah, hasil tes darah saya menyatakan bahwa kadar vitamin D saya kurang. Maka, si bidan yang kemudian bertanggungjawab untuk memberikan rekomendasi berapa dosis vitamin D yang harus saya konsumsi. Selain itu, si bidan ini pula yang memberikan referensi saya untuk melakukan tes gula darah, karena menurut dia, orang Asia seperti saya, kebanyakan berpotensi mengalami Gestational Diabetes (kelebihan gula darah saat hamil).


Bagaimana kriteria pemilihan bidan?

Kalo di Indonesia, ketika kita hendak memilih dokter kandungan, pastilah kita akan mencari referensi sebanyak mungkin dokter mana yang bagus pelayanannya. Kalo disini, saya tidak menemukan hal yang seperti itu. Cara saya memilih bidan adalah: silakan masuk ke suatu website (http://deverloskundige.nl/) , kemudian masukkan kode pos rumah kita, dan silakan pilih bidan lokasi yang terdekat, dan yang lebih penting adalah, bidan tersebut dicover oleh asuransi kita. Untuk penjelasan lebih jelas bagaimana memilih bidan di Delft, bisa diliat di link ini.

Jadi, menurut saya, kalo disini, sepertinya sih tidak ada bidan favorit atau tidak favorit. Semua memberikan standarisasi pelayanan yang sama, sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang sudah diatur oleh pemerintah. Sehingga, cukup cari yang gampang dijangkau oleh kita saja.

Memilih bidan yang lokasinya dekat dengan kita bukan hanya memudahkan kita ketika kita melakukan kontrol rutin, tapi juga memudahkan si bidan ketika nanti kita hendak melahirkan, karena nantinya, menjelang melahirkan, bidan ini lah yang akan bolak balik mengunjungi kita, untuk melihat progress kontraksi, serta untuk menentukan apakah kondisi fisik kita sudah siap untuk melahirkan si buah hati.

Selain itu, terlepas dari kita akan melahirkan ke rumah sakit maupun di rumah, bidan ini lah yang akan terus mendampingi dan membantu kita sepanjang proses melahirkan nanti. Meski saya berencana melahirkan di rumah sakit, tapi tidak semerta-merta tiba-tiba yang membantu saya adalah dokter kandungan rumah sakit tersebut. Apabila tidak ada kondisi yang membutuhkan medical intervention seperti induksi maupun operasi cesar, maka proses melahirkan saya nanti murni akan dibantu oleh bidan saya ini ditemani oleh perawat dari rumah sakit. Kecuali tiba-tiba saya kenapa-kenapa, barulah dokter yang akan turun tangan.


Bagaimana soal harga pelayanan?

Ini lah salah satu yang menurut saya menjadi kelebihan. Di Belanda, setiap penduduk wajib memiliki asuransi kesehatan yang mana asuransi kesehatan tersebut memiliki semacam paket wajib yang harus dicover oleh perusahaan. Jadi, dari Pemerintah Belanda sudah mengatur pelayanan kesehatan minimum (basic insurance) apa saja yang harus diberikan oleh seluruh perusahaan asuransi, sehingga nantinya ketika si penduduk membutuhkan pelayanan kesehatan tersebut, penduduk tidak perlu lagi mengeluarkan uang, karena semua sudah urusan perusahaan asuransi dengan pemberi layanan kesehatan (tentunya dengan catatan si penduduk ini tidak memiliki masalah dalam pembayaran premi asuransinya yaa).

Karena pelayanan kehamilan ini termasuk dalam pelayanan basic insurance tersebut dan karena saya adalah penduduk Belanda (meski hanya temporary residence) yang memiliki Dutch Health Insurance, maka saya pun tidak direpotkan dengan urusan bayar membayar ini. Cukup memberikan nomor polis kita di awal registrasi dengan bidan, maka urusan pembayaran diselesaikan langsung antara bidan dengan perusahaan asuransi. Jadi, mau dengan siapa pun bidannya, semuanya ditanggung oleh asuransi. Asik kan? –yang ga asik sih bayar premi bulanannya–


Begitulah gambaran tentang ibu hamil dan bidan di Belanda. Disini, bidan memang perannya penting sekali. Bidan dan dokter kandungan punya batas pembagian peran yang jelas. Kalau memang tidak butuh bantuan dari dokter kandungan, ya kita tidak bisa sembarangan ke dokter kandungan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s