Menjalani Kehamilan di Belanda Bag. 1 – Di Belanda, Kehamilan adalah Suatu Proses Alamiah

Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk berbagi cerita saya tentang pelayanan apa saja yang saya alami selama saya menjadi ibu hami di Belanda. Tentu saja, selain untuk berbagi, tujuan lain saya adalah untuk menjadi pengingat saya tentang pengalaman saya ini. Belum tentu kan bisa hamil lagi di negeri orang. Tentu saja, ceritanya lebih bersifat umum, karena detail-detailnya akan banyak saya ceritakan di catatan terpisah. Kalo digabung juga, bisa tambah panjang nanti. 😀

Tulisan ini sebenarnya sudah saya tulis sejak lama, hanya saja tidak kunjung selesai. Di minggu ke 37 kehamilan saya ini, maka saya bertekad untuk menyelesaikan tulisan ini. Yeah. Setelah melakukan finishing touch, ternyata saya sadar tulisan ini panjang sekali yaa. Agar menjadi tidak panjang membacanya, maka saya mencoba membaginya menjadi beberapa bagian.

Sebagai pembuka, saya ingin menyampaikan bahwa bagi saya dan suami, merasakan hamil dan melahirkan di Belanda tidak pernah terlintas di benak kami, pun bahkan ketika saya sudah tiba di Belanda pun, tidak ada program khusus agar bisa hamil dan melahirkan di sini. Tapi, takdir berkata lain. 4 bulan saya disini, saya pun positif hamil. Dan, saya pun merasa cukup beruntung bisa merasakan bagaimana sih sistem kesehatan di negeri kincir angin ini.


Sebelum saya menceritakan lebih lanjut, ada satu hal utama yang perlu dipahami ketika menjalani kehamilan di Belanda, yaitu: Di Belanda, kehamilan dianggap sebagai suatu proses alami (natural process) bukan suatu medical condition.

Birthing in Dutch is believed as the natural thing that happened in the human being life, so they encourage the natural process instead of the medical intervention one. Being pregnant and giving birth are normal process, so they really encourage to do the naturally process, including normal birth and breastfeeding. So, wherever you go –midwife, doctor, childbirth class, and hospital- they will have same point of view, about normal birth and breastfeeding, and also about the using of medical pain relief.

Dari yang pernah saya baca, bagi orang Belanda, sebagai suatu yang natural, maka sudah pasti tubuh manusia sudah diciptakan sedemikian rupa sehingga rahim ibu pasti kuat untuk mengandung janin, sehingga jangan diharap bisa dengan mudah untuk meminta obat penguat janin. Selain itu, bicara tentang melahirkan, karena dianggap suatu proses natural, maka diasumsikan bahwa ibu-ibu hamil ini pasti mampu menanggung rasa sakit yang timbul ketika melahirkan, sehingga penggunaan medical pain relief amat jarang disini. Mereka lebih senang menggunakan metode-metode alamiah seperti breathing technique untuk mengatasi rasa sakit ketika kontraksi. Lebih uniknya lagi adalah, orang-orang Belanda lebih memilih untuk melahirkan di rumah dibandingkan di rumah sakit.

Intinya adalah, baik bidan maupun dokter di sini akan meng-encourage pasien-pasiennya untuk menjalani proses kehamilan dan melahirkan senatural mungkin. Tidak heran, penggunaan obat-obatan dan vitamin selama kehamilan, epidural, C-section, memiliki persentase yang cukup kecil disini.

Pemahaman ini kemudian membawa saya melihat beberapa (banyak sih) perbedaan, tentang apa yang saya alami selama hamil di sini dengan persepsi awal saya tentang kehamilan yang saya dapatkan ketika melihat pengalaman teman-teman di Indonesia. Hal-hal ini lah yang menjadi topic pembahasan saya. Tidak, saya tidak ingin membandingkan apa yang terjadi di Indonesia dengan di Belanda karena saya tidak pernah hamil di Indonesia. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya alami selama saya hamil di Belanda ini.

Jadi, bagaimana ceritanya? Yuk, dilihat di postingan selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s