Orang Hamil di Tram

Delft, 27 Desember 2016


Awal: Di dalam Tram 1 Den Haag-Delft

Tram cukup penuh saat itu, dan saya akhirnya hanya bisa berdiri saja. Tidak sampai sepanjang perjalanan, hanya separuh perjalanan. Tapi, lumayan sih bikin pinggang dan kaki pegal.

Di tulisan ini, saya ingin bercerita tentang apa yang saya alami sebagai ibu hamil di dalam transportasi publik seperti tram disini.

Kalo di Indonesia, transportasi publik seperti Transjakarta atau KRL menyediakan apa yang dinamakan bangku prioritas, yaitu bangku yang disediakan khusus untuk para lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan mereka yang membawa anak kecil. Bicara soal tempat untuk ibu hamil, pengalaman saya sebagai pengguna KRL dulu, kemungkinan besar mereka pasti mendapat tempat duduk, entah lah bagaimana caranya.

Dulu, saya belum hamil, jadi saya ga kebayang betapa sulitnya naik kereta umpel-umpelan dengan perut yang besar. Sekarang saya sedang hamil 31 minggu (hampir 8 bulan), perut udah besar, badan udah berat, berdiri sering hilang keseimbangan, jadi tahu lah gimana rasanya. Berdiri di tram, berusaha menahan keseimbangan di tengah tram yang senantiasa bergoyang. Perut berat, kaki pegal. Ya, lumayan juga sih.


Kok ibu hamil ga dapet tempat duduk di tram?

Di Belanda, orang hamil tidak dianggap sebagai orang sakit, mereka dianggap sebagai orang normal, yang masih bisa tetap beraktifitas seperti biasa. Tidak heran, disini beberapa kali saya lihat, ibu hamil dengan perut segede melon masih aja sepedaan santai sambil bonceng anak.

Mungkin berangkat dari hal itu, maka pemandangan memberikan tempat duduk bagi orang hamil di transportasi publik seperti tram dan kereta belum pernah saya lihat dan belum pernah saya alami. Mereka sungguh cuek meskipun melihat orang berdiri dengan perut membesar ada di sebelah mereka yang sedang duduk cantik, baik itu pria maupun wanita, baik yang masih muda maupun yang sudah tua.

Saya sih, tidak kaget ketika saya tidak diberikan tempat duduk meski sudah hamil sebegini besar. Karena, dari awal saya datang ke Belanda, hasil pengamatan saya, memang seperti itu kebiasaan orang-orang disini. Ketika ada ibu hamil maupun lansia yang tidak mendapat tempat duduk, ya tidak ada yang bangkit dan memberikan tempat duduknya. Melihat orang-orang lokal seperti itu, saya pun kemudian melakukan hal yang sama. Bukan karena jahat dan tidak peduli, tapi lebih kepada mengikuti kebiasaan warga lokal. Saya khawatir, jikalau saya memberikan tempat duduk kepada mereka, mereka malah merasa tersinggung dan dianggap lemah. Jadi, ya sudah, saya biarkan saja.

Dan karena hal itu pula lah, saya tidak merasa marah ketika saya sendiri sedang hamil dan tidak diberi tempat duduk. Karena mungkin dalam mindset mereka, ya saya bukan orang sakit dan juga tidak terlihat lemah serta masih sanggup untuk berdiri, sehingga saya tidak perlu diberikan prioritas.

Apakah tadi saya menyebut-nyebut lansia? Nah, satu hal yang unik di Belanda. Lansia disini kondisi fisiknya sungguh jauh berbeda dengan lansia yang ada di Indonesia. Apa yang kalian bayangkan tentang lansia di Indonesia? Fisik rapuh, jalan dipapah, dan tertatih-tatih? Well, disini, meski kategori umurnya sudah lansia, tapi kondisi fisiknya masih cukup bugar. Masih bersepeda. Masih bisa berjalan sendiri ke pasar. Ada pula yang masih jogging. So, jadi mungkin wajar aja orang-orang tidak memberikan tempat duduk kepada mereka, karena ya memang meski secara tampilan wajah dan postur tubuh mereka sudah tua, tapi kondisi fisik mereka tetap masih sehat.

Kasian ya, cuek banget disini orang-orangnya. Mmm, saya tidak sepakat juga sih. Karena, menurut saya disini sudah cukup memfasilitasi mereka yang disable dan mereka yang membawa anak bayi. Di setiap tram dan kereta, ada ruang khusus untuk mereka yang membawa stroller bayi. Selain itu, kalo liat ibu-ibu sendirian bawa stroller mau naik ke tram ataupun ke kereta, pasti selalu saja ada yang membantu. Pernah juga, saya melihat ada nenek-nenek, kali ini benar-benar renta, bersama anaknya naik tram. Nah, si nenek ini diberikan tempat duduk pula sama orang. See? Got the point?


Akhir: As long as you look strong, then you’ll be recognized as normal people who doesn’t need help, unless you say that you need help

Sebagai penutup, kesimpulan saya selama tinggal di selatan Belanda ini, ketika naik tram maupun kereta, selama Anda terlihat bugar dan masih kuat untuk berdiri dan tidak mengalami kesusahan, maka ya mereka akan lempeng aja, tidak semerta-merta memberikan tempat duduk. Dan sebagai ibu hamilnya pun ya biasa aja. Tetapi, ketika Anda terlihat kesulitan, seperti menaikkan stroller atau bawa orang di kursi roda atau terlihat sudah rapuh sangat, mereka pasti tidak segan untuk membantu Anda.

Oh iya, satu lagi. Orang-orang disini sungguh bicara apa adanya. Jadi, kalo memang kalian merasa butuh tempat duduk, maka cukup bilang saja kepada mereka yang duduk, seringnya sih, yang duduk ini ga akan nolak. Ini saya lihat sendiri beberapa kali. Ada nenek-nenek naik tram sendirian, lalu dia ngomong sesuatu ke orang depan saya yang sedang duduk, meski saya ga ngerti nenek itu ngomong apa, tapi kemudian orang depan saya ini langsung berdiri dan mempersilakan nenek-nenek itu duduk. No basa basi, no nyindir-nyindir. Langsung bicara kalo memang butuh, dan mereka yang diminta ga malu untuk mempersilakan.


Ya, itu lah. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Tiap negeri pasti memiliki adat dan budayanya masing-masing. Sebagai pendatang, kita lah yang harus pintar-pintar belajar dan menyesuaikan. Maka, kalau dibilang travelling itu membuka wawasan, saya rasa ada benarnya juga. Travelling ke berbagai daerah akan menambah pengetahuan kita tentang keragaman budaya di berbagai tempat. Makin banyak tahu, harusnya sih, membuat kita jadi makin bijak dalam menyikapi sesuatu.

Tamat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s