Trekking di Cinque Terre

Di salah satu tulisan sebelum ini, saya sempat bilang bahwa salah satu nilai jual Cinque Terre adalah menjelajahinya dengan trekking. Nah, ga mau rugi dan penasaran juga, saya dan suami pun mencoba jalur trekkingnya.


The Sentiero Azzuro

The Sentiero Azzuro adalah nama jalur trekking di Cinque Terre. Saya juga baru tau ketika bikin tulisan ini, sumbernya dari lonelyplanet.

Kami mencoba jalur trekking ketika menuju Corniglia dari Vernazza. Untuk masuk ke jalur trekking ini ga gratis loh yaa. Kita harus bayar 7.5e per orangnya. Udah jalan kaki, cape, pake bayar pulak. Hahaha. Tapi gapapa, pemandangannya cantik kok. Once in a lifetime lah, belum tentu juga bisa punya kesempatan kaya gini lagi. Beli tiketnya dimana? Waktu itu kami belinya di awal jalur trekking dari Vernazza-Corniglia, ada semacam pos gitu. Jadi, beli disitu aja deh.

012 -20160614_123242_001

Tiket Trekking


So, how was the trekking?

Well, kalo di tulisan di lonelyplanet sih bilangnya jalur ini levelnya low-level difficulty­ alias gampang yaa. Tapi menurut saya, ini lumayan banget loh. Lumayan menguras tenaga. Gak disarankan trekking pas puasa-puasa, kecuali kamu kaya Ozil yang tetep bisa tanding Euro meski puasa. Hahaha…

Tapi, emang jalur trekkingnya sendiri mungkin dibilang gampang karena kamu ga butuh peralatan khusus ketika trekking. Gaya kasual modal sepatu kets juga bisa, kaya saya ini. Meskipun begitu, jangan kira segampang itu jalur trekkingnya. Di awal-awal perjalanan sih, emang terasa gampang, karena terrainnya masih relative datar, hanya sedikit-sedikit menanjak. Masih bisa ketawa-ketawa nih disini. Selain itu, di awal-awal kita masih bisa liat pemandangan laut dari atas bukit ini, dan ini cantik banget menurut saya.

018 - DSC02996

017 -20160525_144407

Nah, kira-kira udah lewat 30 menit berjalan, udah mulai deh tuh tangga-tangga naik menanjak tiada henti. Selain itu, kalo di awal-awal kita masih bisa lihat laut dari atas bukit, nah, kalo udah di menit 30an jalurnya udah mulai masuk-masuk hutan rimba gitu. Kalo kamu pernah nyusurin Tahura Dago di Bandung dari Goa Jepang sampe Air Terjun yang ada jembatan merahnya itu (apa ya, lupa namanya, Maribaya apa kalo ga salah), nah kira-kira kaya gitu deh suasanyanya, bahkan hutannya lebih lebat lagi. Berhubung saya cukup suka dengan kegiatan macem trekking-trekking ini, jadi meski cape-cape jalan, saya tetep senang.

Di jalur trekking yang udah lumayan-lumayan wow ini sayangnya saya ga sempet foto banyak. Selain karena keburu lelah, jalurnya yang nanjak serta berbatu-batu juga membuat kita untuk lebih focus sama perjalanannya itu sendiri daripada sibuk berfoto. Tapi, ada sih beberapa.

Saat jalur udah mulai hutan-hutan

Yang bikin seneng lagi adalah, kita trekkingnya ga sendirian lho. Meskipun seringnya di sepanjang jalur itu cuma ada kita doang, tapi beberapa saat kami sering berpapasan dengan orang-orang yang datang dari arah berlawanan (Corniglia-Vernazza). Kalo berpapasan gitu, yaa suka saling menyapa, dan juga saling menyemangati. Seru lhoo.

Selain itu, kalo udah masuk di menit ke 45, kita udah mulai ada penghiburan nih, soalnya desa Corniglianya udah mulai keliatan dari kejauhan.

022- DSC03001

Mana? Bukan rumah depan itu loh ya, tapi kumpulan rumah-rumah di atas bukit sana. Yaa emang masih jauh banget, secara itu masih separo perjalanan karena total perjalanan kami dihabiskan selama 90 menit. Bahkan ketika sudah di menit ke 60 pun desanya masih keliatan kaya jauhhh banget (bukan kayak sih, tapi emang masih jauh). Tapi, justru disini pemandangannya lagi bagus-bagusnya. Jadinya bikin tambah semangat deh.

023 - DSC03002

Desa Corniglia dari kejauhan

Hingga akhirnya, kita tiba deh di Corniglia.

024 - DSC03010

Welcome, Corniglia!


Kalo diperhatikan, memang saya tidak terlalu banyak mengambil foto di sepanjang perjalanan trekking Vernazza-Corniglia. Bukan karena tidak cantik, tapi karena memang jalurnya membuat saya lebih mendahulukan focus dulu dengan perjalanannya dibandingkan foto-foto.

Tapi seriusan deh, selama 90 menit perjalanan, menurut saya ini trekking yang seru. Pemandangannya cantik. Dimulai dari pemandangan laut lepas yang kita lihat dari atas ketinggian, lalu hutan-hutan rimba, setelah itu dari ketinggian kita bisa lihat ada bukit-bukit yang berbaris sejajar menghadap lautan lepas nan biru, dimana di atas-atas bukit itu dari kejauhan keliatan warna warni rumah kecil-kecil.

Menurut saya, the best part in Cinque Terre ini ya pas trekking ini. Maka, tak heran kalo jalur trekking ini lah yang menjadi salah satu nilai jual di Cinque Terre.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s