Fluktuasi Rupiah terhadap Euro di Mata Seorang Full Time House Wife

Hari ke-95, 31 Mei 2016, saat suami sedang field work di Vlissingen. 

Masih di musim semi yang ga bikin kita bersemi alias mendung dan kabut yang terus terusan, maka ya udah mari kita blogging aja dulu.

Di akhir tulisan tentang cabe sebelumnya, saya sedikit membicarakan tentang kurs rupiah-euro. Saya jadi ingin berbagi tentang pengalaman saya terkait fluktuasi rupiah-euro ini yang ternyata cukup mempengaruhi perencanaan keuangan kami ketika hidup di Belanda.


Dari dulu memang saya sering sekali mendengar berita bahwa rupiah sedang melemah, sedang menguat, sedang melemah, sedang menguat, pokoknya fluktuatif. Jujur, dulu saya tidak terlalu ambil pusing dengan kondisi tersebut. Karena meskipun memang cukup berdampak perekonomian, toh dampaknya belum terasa langsung kepada saya.

Semenjak tinggal di Belanda, baru kerasa banget efek kurs mata uang rupiah yang fluktuatif kepada kehidupan saya. Sebagai orang yang dibiayai dari mata uang rupiah namun hidup dengan standar mata uang euro, maka naik turunnya rupiah terhadap euro, meskipun sedikit, tapi sangat kerasa bagi saya.

Kebayang ga sih, misal saya punya jatah tiap bulan sebesar Rp 14 juta, awalnya pertama saya tiba di Belanda, kurs rupiah terhadap euro masih sekitar Rp 14.200, yang mana berarti dengan Rp 14 juta itu saya berarti bisa hidup dengan €986 tiap bulan. Lalu, sekarang kurs rupiah semakin anjlok dengan kisaran Rp 15.400 (bahkan pernah sempat Rp 15.800) terhadap euro, maka dengan uang Rp 14 juta saya itu hanya menjadi punya jatah hidup €909 saja. Itu berarti, akibat fluktuasi rupiah terhadap euro ini membuat jatah hidup saya di Belanda pun menjadi tidak pasti jumlahnya, sementara pengeluaran saya di Belanda ini kan selalu tetap yaa.

Fluktuasi rupiah-euro ini membuat saya pun menjadi bersiasat untuk memberikan rentang nilai yang cukup besar ketika memperhitungkan berapa jumlah uang rupiah yang dibutuhkan untuk membiayai pengeluaran hidup saya dan suami selama di Belanda yang semuanya dalam euro. Hal ini dilakukan agar jangan sampai kami kehabisan uang untuk membiayai pengeluaran dalam euro karena rupiah yang kami sediakan ternyata tidak cukup nilainya ketika dikonversi ke dalam euro.

Sederhananya seperti ini. Misalkan di awal rencana pengeluaran bulanan saya tiap bulan adalah €800. Kemudian, saya harus menghitung 800 euro itu berapa rupiah. Apakah ketika dirupiahkan, uang kami cukup untuk membiayai 800e itu. Nah, ketika saya mengkonversikan 800e itu ke rupiah, misalkan nilai konversinya adalah Rp 15.100 = €1, nah saya tidak menggunakan nilai kurs rupiah-euro yang Rp 15.100 itu, tapi nilainya akan saya besarkan menjadi Rp 15.500, kenapa? Karena pengalaman saya, nilai itu akan terus-terusan naik. Di bulan-bulan awal saya merencanakan pengeluaran di Belanda, saya masih mematok angka Rp 15rb = €1, karena saat itu masih Rp 14ribu sekian sama dengan €1. Tapi, trendline rupiah terhadap euro terus-terusan melemah. Maka saya selalu menggunakan faktor pengali yang lebih besar. Bukan pesimis terdapat nilai mata uang kita, tapi semata-mata karena membaca trend yang ada.

Kebayang dong, kalo rupiah semakin melemah, itu berarti jatah hidup penerima beasiswa di Belanda (dan mungkin di negara Eropa lainnya) seperti suami saya ini berkurang. Karena meskipun rupiah yang dikirim tetap sama jumlahnya. tetapi nilai uangnya akan terus berkurang terkikis oleh penyesuaian kurs rupiah-euro. Kondisi fluktuatif rupiah-euro ini menjadikan besar euro yang kami miliki sebagai jatah hidup kami di Eropa menjadi menjadi tidak pasti juga. Fluktuasinya bener-bener langsung berdampak ke saya, yang mana tiap hari hitung-menghitung menyesuaikan pemasukan rupiah dengan pengeluaran euro sebagaimana caranya agar bisa terus seimbang.


Satu hal yang masih sangat disyukuri adalah uang beasiswanya masih cukup. Namun, terlepas dari cukup atau tidaknya rupiah yang diberikan, pembahasan saya di atas memang menitikberatkan kepada fluktuatifnya rupiah serta dampaknya kepada kami-kami ini, yang hidup dalam euro tapi jatah rupiah. Hehehe. Maka bersyukurlah bagi kalian yang mendapatkan jatah beasiswa langsung dalam euro!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s