After Jungfrau Trip (Interlaken Part 5-tamat)

Puncak Jungfrau sudah selesai kami jelajahi dan artikelnya bisa dibaca disini. Tapi perjalanan kami belum selesai begitu saja. Masih ada perjalanan turun menuju Desa Grindelwald yang memang dari awal kami rencanakan untuk dikunjungi. Katanya pemandangannya indah.


Tepat pukul 14.00 kereta yang membawa kami turun dari Jungfraujoch tiba. Tidak seperti pada perjalanan naik dimana kita berhenti di Stasiun Eismeer dan Eigerwand, di perjalanan naik kereta kami tidak berhenti di kedua stasiun tersebut. Ya iyalah ya, untuk apa juga sih.

Di perjalanan turun ini, ketika dilakukan pemeriksaan tiket, kami diberi cokelat khas Swiss, Lindt.

Saya sudah cerita kan ya, kalo ketika saya di atas Jungfrau cuacanya sedang tidak baik. Mendung-mendung kelabu gimana gitu. Nah, ketika turun, cuacanya berubah 180 derajaat dong. Ceraaahhh sekalii. Langit biru awan putih gunung tinggi terlihat sangat jelas ketika perjalanan turun kami. Subhanallah.

003004005

Bener-bener ceraah dan putih saljunya bikin gemeess banget. Ingin rasanya lompat dari kereta trus rebahan disana. Ya kaliii dehhh. Hahaha.

Cuaca yang luar biasa cerah itu mengantarkan kami hingga Kleinn Scheidegg. Omg, it’s so wonderful! Sangat luar biasa pemandangannya.


Grindelwald

Sesuai rencana awal, kami akan turun ke Interlaken melalui Grindelwald. Jadi nanti kereta kami dari Kleinn Scheidegg akan menuju Grindelwald, kemudian di Grindelwald kami berganti kereta untuk kemudian naik kereta menuju Interlaken Ost. Grindelwald adalah suatu desa yang berada di lembah Pegunungan Alpen ini.

Di perjalanan menuju Grindelwald, perlahan-lahan pemandangan sudah tidak lagi didominasi oleh putihnya salju, namun sudah berganti menjadi hijaunya pepohonan pinus dan dari kejauhan sudah mulai tampak rumah-rumah penduduk di lembah gunung. Mungkin karena sudah agak di bawah kali yaa. Meski sudah berganti pemandangan, tetap indah kok apa yang kami lihat. Memang ciptaan Tuhan tidak ada yang bisa menyaingi.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, kami tiba di Stasiun Grindelwald. Tidak ada tempat spesifik yang akan kami kunjungi memang, kami hanya berkeliling di sekitar stasiun untuk memotret pemandangan-pemandangan kota ini. Cukup cantik juga lho. Pemandangannya lebih beragam dibanding dengan di Lauterbrunnen.


Saatnya Kembali Pulaang!!!

Kereta kami menuju Interlaken Ost sudah tiba, ini berarti selesailah rangkaian perjalanan panjang kami. Saatnya melanjutkan perjalanan menuju Basel untuk berganti Bus menuju Amsterdam. Kembali lagi kami akan menghadapi perjalanan panjang sehari semalam berganti-ganti moda menuju Delft. Singkatnya, perjalanan pulang kami adalah sebagai berikut.

Tanggal

Perjalanan

Moda

Sabtu, 16 April 2016 Interlaken Ost – Basel SBB by SBB Intercity
Basel SBB – Leverkusen Mitte Station by Flixbus
Minggu, 17 April 2016 Leverkusen Mitte Station – Amsterdam Sloterdijk
Amsterdam Sloterdijk – Delft by NS Intercity

Detail perjalanannya seperti apa, saya tidak ingin menjelaskannya disini, karena perjalanannya sungguh melelahkan sekali. Sebagai bocoran, transit di Leverkusen sungguh tidak nyaman. Tidak seperti ketika transit di Mannheim yang terdapat ruang hangat untuk menunggu, maka di Leverkusen yang ada hanyalah ruang terbuka yang pastinya dingin dan tidak nyaman. Selain itu, perjalanan kami mengalami keterlambatan yang cukup lama. Kami seharusnya tiba di Amsterdam pukul 13.30, namun kami baru tiba sekitar pukul 16.00. Untungnya selama di perjalanan kami lancar-lancar saja, hanya saja hujan deras mengguyur di sepanjang perjalanan kami dan bus yang berhenti cukup sering dan cukup lama, mungkin ini yang menyebabkan keterlambatan perjalanan kami.


Penutup

Kesimpulan dalam perjalanan ini adalah, harga yang dikeluarkan untuk naik kereta Interlaken – Jungfraujoch, bukan hanya kereta untuk perjalanan biasa, sebagaimana kita biasa bepergian antar kota. Tapi, dalam perjalanan ini, pemandangan alam yang dinikmati sangat luar biasa. Menurut saya, itu lah yang kami nikmati, untuk pemandangan ini lah kita membayar harga tersebut, pemandangan dalam perjalanannya yang ditawarkan.

Jadi, sayang sekali apabila dalam perjalanan kereta ini teman-teman nanti tertidur atau tidak terlalu menikmati karena terlalu asyik berfoto, atau terlalu sibuk mengupdate status media social, karena pemandangan alamnya, sekali lagi, sangat sayang untuk dilewatkan. Berfoto boleh, update sosmed juga boleh, tapi secukupnya saja, sisanya biarkan mata ini yang menikmati langsung keindahan Sang Pencipta, yang menurut saya indahnya sangat juara.

Kemudian, banyak-banyaklah bersyukur karena bisa menikmatinya. Lalu, semakin hilangkan lah rasa kesombongan dalam diri. Karena, sudah lihat kan kokohnya gunung di atas sana? Apalah artinya kita yang kecil ini? Kena badai salju, terkubur, habis napas, lalu mati. Apa yang kita sombongkan?

Tamat

20160418_202213

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s