It’s Jungfraujoch! (Interlaken Part 4)

Di Part 3 sudah dijelaskan bagaimana perjalanan saya menuju Jungfraujoch. Saatnya menceritakan tentang apa sih sebenarnya yang ada di Jungfraujoch ini…


001

Setiba disini, saya masih sangat bersemangat sekali. Di beberapa fragmen sebelumnya saya sempat cerita kalo di Interlaken isinya banyak sekali kaum ras Asia Timur dan percaya tidak percaya, apa yang saya lihat di Jungfrau pun sama. Jreng jreengg.

Saya berasa di Hongkong. Hehehee. Beneran loh, 80% isinya mereka semua.

Anw, ketika kami tiba, cuaca agak tidak bersahabat. Mendung-mendung gelap gitu di luar. Tapi suhunya cukup hangat sih menurut saya, sekitar 2-3 derajat celcius berdasarkan informasi yang saya dapat.

004

Tuh, gelap banget kan. Padahal kalo terang pasti cantik deh, keliatan pemandangan gunungnya.

Sebelum kita mulai Tur Jungfraujoch, disini tersedia stempel Jungfraujoch buat di paspor kita. Gak mau ketinggalan dong, kami pun memberikan stempel Jungfraujoch ini di paspor kami.

005

Jreng jreenngg…

Terdapat 13 titik di Puncak Jungfraujoch ini. Dan kita alhamdulillahnya mengitari –hampir– semuanya meskipun cuacanya agak-agak mendung-mendung gimana gitu ya. Tapi not bad kok. Perjalanannya masih tetap bisa dinikmati, dan tetap amazing menurut saya. Yuks kita mulai tur kita.


Menurut saya, titik paling menarik dari tur ini ada 3, yaitu Sphinx, Eispalast, dan Plateau. 

Menariknya kenapa? Karena di titik-titik tersebutlah pengunjung dapat melihat dan merasakan secara langsung nuansa Pegunungan Alpen Swiss yang bersalju. Pemandangan gunung yang serba putih dikelilingi salju, hujan salju plus hawa dinginnya itu sendiri.

006

Ini nih Peta Tur Jungfraujochnya. Dari sini kita bisa tau titik-titik mana saja yang bisa kita kunjungi


Titik 1 : Station

Disini lah perjalanan Jungfrau dimulai dan diakhiri. 🙂 No explanation need, I think.


Titik 2 : Gepäckschliessfächer

Gepäckschliessfächer (saya ga tau gimana bacanya dan ga nemu juga artinya di google translate), adalah terowongan panjang yang harus kita lewati untuk mencapai wahana-wahana yang ada di Jungfrau ini.

007


Titik 3 : Jungfrau Panorama

Wahana pertama yang saya temui adalah Jungfrau Panorama. Terdapat video yang di putar di layar besar. Yang ini sih ga terlalu lama. Saya mah numpang lewat aja disini. Karena untuk menuju ke Sphinx kita harus melewati Jungfrau Panorama ini.

Begini isinya di Jungfrau Panorama


Titik 4 : Sphinx (3571 m)

Naah, ini lah salah satu bagian menarik yang ada di Jungfraujoch. Sphinx, yang merupakan puncak dari Jungfraujoch.

Untuk menuju Sphinx, kita harus naik lift terlebih dahulu. Untungnya, ketika kami naik liftnya sepi, jadi tidak perlu mengantri.

010011

Taraaa!!! Ini dia dalamnya Sphinx yang saya tunggu-tunggu. Penasaran banget mencari spot ini, karena di beberapa blog orang-orang yang ke Jungfraujoch, mereka selalu ada foto ini, dan ternyata saya menemukan juga. Kesampean juga. Hehehe.

Di Sphinx ini adalah puncak dari Jungfraujochnya. Tidak hanya bisa dinikmati dari dalam, tapi kita pun bergegas keluar. Jreng jreeng.

012

Tuh, gelap banget kan. Padahal kalo terang pasti cantik deh, keliatan pemandangan gunungnya.

Pas kita keluar, wow, salju sedang turun. Hujan saljuu!!! Senaangg! Bener-bener senang deh saat itu ketika ada di Sphinx.

013014

Seru banget lhoo acara main salju kami. Meski sebenernya itu lebih cocok disebut es sih, soalnya ga terlalu lembut, agak-agak keras dikit. Tapi, tetap yaa sama aja. Sama-sama putih dan sama-sama dingin. Dinginnya tidak terlalu dingin. Buktinya saya masih kuat kok ga pake sarung tangan.

Beneran deh, cantik banget pemandangan salju-salju ini, meskipun dalam kondisi hujan salju. Putiihhh semua gitu. Bawaannya pengen sirap sirup marjan trus dijadiin minuman dingin deh, buat buka puasa pasti pas banget. Hahahaha.

Tangannya kuat banget ya megang es? Iyaa doong. –tapi abis itu saya langsung lempar es dan tangan mati rasa beberapa jenak–


Titik 5 : Aletschgletscher (Snow fun) dan Titik 6 : Mönchsjochhϋtte

Unfortunately, ketika kami datang kedua titik ini sedang ditutup, jadi ga bisa masuk deh. 😦


Titik 7 : Alpine Sensation

Di titik ini, sebenarnya agak kurang mengerti sih saya apa yang dimaksud dengan Alpine Sensation-nya. Semacam lorong panjang berhiaskan lampu bunga-bunga di dindingnya.

Selepas dari lorong-lorong itu, kemudian kami menemukan papan-papan nama di sepanjang terowongan. Disini, terowongannya udah ga berhiaskan lampu-lampu bunga lagi.

Tribute to the workers. Begitu tulisannya. Di 1896 ini ternyata Jungfrau Railway sudah dibangun. Omaigat, ini kan udah lamaa banget. Jadul sejadul-jadulnya. Hebat sekali yaa orang-orang Eropa ini.

Selain itu juga, di terowongan ini kami menemukan Carst Cave. Disitu sih tertulisnya Highest Altitude Carst Cave in Europe.


Titik 8 : Eispalast

Ini dia titik menarik ke 2 di Jungfraujoch! Eispalast. Lorong di Alpine Sensation tadi, yang mana ada Karst Cave dan papan nama, adalah lorong menuju ke Eispalast. Eispalast adalah suatu ruangan yang terbuat dari es. Seluruh ruangannya terbuat dari es. Lantai, dinding, dan patung-patung yang ada di dalamnya. Sungguh menarik.

035034


Titik 9 : Plateau

Selepas Sphinx dan Eispalast, saya pikir perjalanan saya sudah berakhir. Tapi, ketika berada di pintu keluar Eispalast, seperti ada pintu lagi, wah, kemana tuh yaa. Ternyata saya tiba disini.

038039

Plateau. Di ketinggian 3475 meter.

Plateau adalah semacam lapangan luas. Sangaaat luaasss yang tertutup oleh salju. Kali ini benar-benar salju asli, bukan es. Rasanya empuk, sangaat empuk dan sungguh lembut. Sama seperti di Sphinx yang hujan salju, disini pun begitu. Bahkan anginnya cukup kencang. Liat tuh ada mba-mba di belakang saya sampe pake jas hujan dan susah jalan gara-gara ketiup angin.

Suhu di Plateau ini menurut saya lebih dingin dibanding dengan di Sphinx tadi. Saking dinginnya, saya sampai menggunakan sarung tangan. Pemandangan yang dilihat jenisnya sama, yaitu gunung dan hamparan salju. Hanya saja, disini hamparan saljunya sangaatt luas. Bener-bener luas. Kita bisa berjalan-jalan di sepanjang hamparan ini, asalkan tidak melanggar pagar-pagar di sekeliling plateau.

047

PLATEAU!

Setelah puas bermain salju, kami pun segera kembali masuk meninggalkan hamparan salju-salju plateau ini. Huaahh, unforgettable moment banget ini. Belum tentu juga bisa ngerasain seperti bermain di hamparan salju luas disertai serangan hujan salju yang begitu dingin. Once in a lifetime laahh. Seruu se seru serunyaa.


Titik 10 – 13 : Restaurants, Souvenir Shop, Toilet, etc. (Perjalanan Berakhir)

Sekitar jam 1.20 pm kami menyelesaikan rangkaian tur Jungfraujoch kami. Alhamdulillah semua titik bisa kami kunjungi tanpa harus molor dari waktu yang direncanakan. Yup. Sebelum berangkat kesini, kami sudah membuat itinerary kan yaa, dan berdasarkan itinerary itu, maksimal pukul 14.00 kami sudah harus turun dari Jungfraujoch karena kami masih ada satu titik lagi yang mau kita tuju, yaitu mau foto-foto di Grindelwald. Hehehee.

Selesai rangkaian tur ini, kami tak lupa membeli souvenir. Biasanya souvenir yang kami beli adalah magnet-magnet gitu kaan, tapi kali ini agak spesial dikit lah ya, maka kami membeli 2 poster.


Alhamdulillah yaa, setelah rangkaian perjalanan panjang. Selesailah eksplorasi Jungfrau kita. Singkat kata, pengalaman hujan salju dan hamparan gunung-gunung es di Puncak Jungfrau ini memberikan kesan tersendiri buat kami.

Setelah selesai, kami pun menunggu kereta turun yang akan membawa kami kembali ke Kleinn Scheidegg. Cerita saya belum berakhir, karena di part selanjutnya masih ada cerita tentang ketika turun ternyata cuaca makin membaik dan pemandangan yang lebih cantik menanti kami di Kleinn Scheidegg. Tentunya masih dengan putihnya salju dan kokohnya gunung-gunung di Swiss ini.

Advertisements

One thought on “It’s Jungfraujoch! (Interlaken Part 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s