Menuju ke Jungfraujoch (Interlaken Part 3)

Udah part 3 aja ya. Sebagaimana cerita sebelumnya, ini adalah lanjutan dari cerita perjalanan saya dan suami saya ke Interlaken dan di part ini saya akan bercerita tentang perjalanan kami naik ke Jungfraujoch.


Selamat Pagi, Interlaken

Kami sudah siap di pukul 07.00 pagi, sementara roommate kami, bocah-bocah korea itu masih terbaring cantik di kasur. Agak ga ngerti sih, pas kita pertama kali dateng ke kamar, mereka lagi tidur, pas kita pulang malem-malem, mereka lagi tidur, dan pas kita udah siap mau sarapan, mereka juga masih tidur. Ya udah lah yaa, tiap orang kan memiliki gaya dan rencana travelling masing-masing.

Kami turun lalu bergegas sarapan. Untuk menuju ke Jungfraujoch, moda yang digunakan adalah dengan menggunakan kereta. Harga tiket keretanya adalah CHF 200.4 per orang untuk perjalanan pulang pergi Interlaken Ost-Jungfraujoch. Plis, harga tiket keretanya ga usah dirupiahin, bikin sakit kepala. Hehehe. Tiket kereta bisa dibeli di hostel kami, jadi kami tidak perlu repot-repot mengantri di stasiun. Kalo hostel kalian tidak menyediakan tiket keretanya, bisa kok beli di stasiun. Beli online juga bisa, tapi nanti cetakan tiketnya ga lucu kaya gini,

20160418_202246

Di lobi hotel dan di ruang makan hostel kami, terdapat layar tivi besar yang menyampaikan live report dari puncak Jungfraujoch. Dari live report dilaporkan bahwa cuaca di atas berkabut tebal. Agak sedih sih ketika mengetahui hal tersebut. Tapi, itu tidak menyurutkan niat kami untuk naik ke Jungfraujoch.

Pun ketika kami membeli tiket, mba resepsionis hostel kami dengan cukup fairnya bertanya, “yakin mau beli tiket ke Jungfraujoch? Soalnya di atas lagi kabut. Sayang banget udah bayar taunya ga bisa liat banyak. Anda akan mengeluarkan CHF 200 lho.” Begitulah kurang lebih.

Fair banget ya. Meskipun dia tau itu adalah magnet wisata mereka, mereka tidak mau memaksa pengunjung untuk membeli ketika cuaca memang tidak mendukung. Menurut saya, mereka tidak mau pengunjung mereka kecewa ketika telah membayar mahal tidak taunya malah tidak bisa lihat apa-apa di atas.

Kami tetap pada tujuan awal. Meskipun live report menunjukkan kabut tebal di atas, dan ketika pagi pun Kota Interlaken ini dirundung mendung, kami tetap membelinya. Seorang 200.4 berarti berdua CHF 400.8. Mahal? Menurut kami, iya. Menurut yang lain saya tidak tahu yaa. Tapi kemudian saya tau, harga mahal yang dibayarkan ini sebanding sekali dengan keindahan di atas sana, apalagi buat anak-anak tropis yang tidak pernah main salju seperti kami berdua ini. Hehehee.

Sebelum perjalanan ke Jungfraujoch dimulai, biarkanlah saya untuk mempersembahkan pemandangan cantik dari pagi di Kota Interlaken.

20160416_070115_001

Keliatan kan, langitnya agak mendung-mendung gimana gitu.


Bagaimana Menuju Jungfraujoch?

Sebelum menjelaskan rinci tentang bagaimana perjalanan saya, disini saya ingin menjelaskan singkat bagaimana akomodasi menuju Jungfraujoch dan kembali lagi ke Interlaken, berdasarkan informasi yang diberikan oleh mba resepsionis ketika kami membeli tiket, dan tentunya hasil browsing saya sebelum perjalanan dimulai.

Terdapat 2 rute yang bisa dilalui untuk menuju ke Jungfraujoch. Rute pertama adalah melewati Lauterbrunnen, dan rute kedua adalah Grindelwald. Tiket yang dibeli valid untuk kedua rute perjalanan ini, jadi tinggal pilih saja.

Kalau kami, karena kami tidak mau rugi, kami memilih rute Lauterbrunnen sebagai rute berangkat, dan memilih rute Grindelwald sebagai rute pulang.  Kalo ingin memilih rute sebaliknya, atau rute yang sama untuk perjalanan pulang dan pergi, silakan saja. Tiket anda valid untuk keseluruhan perjalanan.

Untuk menuju ke Jungfraujoch, dengan melewati Lauterbrunnen, terdapat beberapa kali pergantian kereta. Untuk lebih jelasnya, saya gambarkan pada skema berikut.

Interlaken Ost ==> Lauterbrunnen ==> Kleinn Scheidegg ==> Jungfraujoch

 Pun untuk pulang kembali ke Interlaken Ost melewati Grindelwald:

Jungfraujoch ==> Kleinn Scheidegg ==> Grindelwald ==> Interlaken Ost


It Starts from Interlaken Ost Station

Perjalanan kami dimulai di Stasiun Interlaken Ost. Tiket sudah dibeli di hostel. Jika ingin membeli tiket di stasiun juga bisa. Jangan khawatir. Dari Interlaken Ost, kami mencari kereta yang menuju Lauterbrunnen. Baik kereta yang menuju Lauterbrunnen maupun Grindelwald berada di peron yang sama, hanya saja yang satu di peron 2A yang satu lagi di Peron 2B. Kalau takut salah kereta, tanyakan saja pada petugas terdekat.

Saat itu stasiun sudah dipadati pengunjung. Dan, percaya tidak percaya, 80% dari pengunjung adalah warga ras asia bermata sipit, entah itu dari China, Korea, maupun Jepang, yang jelas kulitnya putih dan matanya sipit. 20% sisanya didominasi oleh bule-bule local, yang banyak diantara mereka naik kereta dengan membawa peralatan ski. Jadwal kereta kami adalah 09.05, dan tepat di pukul 09.05 kereta cuss berangkat. Perjalanan dimulaaiii.

Transit 1 : Lauterbrunnen

20160416_093220

Kami tiba di Lauterbrunnen pukul 09.25. Dari Lauterbrunnen, kami harus turun dan berganti kereta menuju Kleinn Scheidegg. Kereta menuju Kleinn Scheidegg berangkat pukul 09.37, tapi kami tidak langsung naik kereta tersebut, melainkan kami naik kereta jadwal selanjutnya, yaitu pukul 10.07.

Tujuannya apa kami tidak langsung naik kereta 09.37? Tidak lain tidak bukan adalah karena kami ingin keliling-keliling dulu di sekitar Lauterbrunnen. Selain itu, keuntungan dari naik kereta 10.07 adalah kereta kami tidak ramai karena pengunjung sudah terlebih dahulu naik kereta sebelumnya.

Selain sebagai tempat transit untuk naik kereta menuju Klein Scheidegg, jika teman-teman ingin naik semacam Gondola atau kereta gantung dengan rute Lauterbrunnen-Murren, maka teman-teman bisa turun disini, karena disini terdapat stasiun kereta gantungnya juga. Letaknya persit di depan stasiun kereta.

001

Berbahn Lauterbrunnen – Murren (sebelah kanan)

Pemandangan di Lauterbrunnen cukup cantik. Dengan pegunungan hijau serta beberapa rumah tradisional tersebar satu-satu di pegunungannya.

Tak terasa waktu menunjukkan hampir pukul 10. Kami pun bersiap-siap masuk ke stasiun kembali. Kereta kami sudah menunggu. Kereta kami yang sepi. Di satu gerbong, isinya hanya kami berdua. Yeay!

006

Kosong kan gerbongnya. Jadi bisa bebas pindah kanan kiri nikmatin pemandangan. Hehee.


 Lauterbrunnen-Kleinn Scheidegg

Tepat pukul 10.07 kereta kami berangkat dari Lauterbrunnen menuju Kleinn Scheidegg. Jika perjalanan sebelumnya masih terasa biasa saja, kali ini perjalanan kereta sudah mulai terasa menanjak.

Fotonya gelap banget yaa? Karena ketika kami naik, cuacanya agak mendung. Tapi, aslinya tetap indah kok. Percaya deh.

Dalam perjalanan menuju Kleinn Scheidegg, kereta kami berhenti di Wengen, tapi tidak transit.

Dari foto juga udah mulai terasa kalo itu udah berada di ketinggian.

Kereta semakin menanjak. Perlahan tapi pasti menuju puncak gunung. Dari kejauhan samar-samar kami pun mulai melihat gumpalan-gumpalan es bertaburan di bukit-bukit. Sepertinya semakin dekat menuju tujuan.

Mulai dari es yang tipis-tipis sampai salju yang tebal. Omaigat, itu cantik sekali. Mata saya tidak pernah melepaskan pandangan dari jendela kereta. Subhanallah. Mulut pun tidak berhenti berdecak kagum atas keindahan alam ciptaan Sang Maha Kuasa.

Menulis ini saya jadi ingin pergi kesana lagi…


Kleinn Scheidegg! One step closer to Jungfraujoch!

Hamparan bukit berselimut es dan salju semakin lama semakin tebal menandakan semakin dekat kami ke tujuan. Kereta kami telah berhenti. Kami telah tiba di stasiun transit terakhir. Stasiun Kleinn Scheidegg. Ini berarti tinggal selangkah lagi menuju Jungfraujoch!

Di stasiun ini kami berganti kereta. Ketika kami tiba di Kleinn Scheidegg, kereta menuju Jungfraujoch belum datang. Sembari menunggu kereta datang, kami pun mengisi waktu dengan foto-foto disini. Cuaca memang agak mendung, tapi hamparan salju nan putih ini tak menyurutkan suasana kami untuk bermain-main dan berfoto-foto disini. Sebenarnya, ini bukan salju, tapi lebih ke es. Bedanya apa. Bedanya adalah salju itu empuk dan halus, sementara kalo es itu keras, dan kalo es diinjak, akan langsung mencair, sementara kalo salju diinjak, seperti menginjak pasir-pasir di pantai, terasa empuk.

Suhu di Kleinn Scheidegg tidak sedingin yang saya perkirakan. Saya lupa berapa, yang jelas tidak membuat saya kedinginan. Hehehe. Setelan yang saya gunakan cukup dengan long john atas bawah + sleeves + jaket + jeans + kaus kaki biasa + sepatu kets. Cukup kok menahan dingin disini.

Tidak perlu menunggu lama, kereta kami pun datang. Sampai di titik ini, saya mulai merasa harga tiket kereta yang saya beli itu harganya sebanding dengan keindahan pemandangan yang saya dapat dalam perjalanan ini. Perjalanan yang cukup jauh, mendaki gunung hingga ketinggian lebih dari 3000 meter, dan disuguhi pemandangan indah, sangat sebanding lah.


Menuju Jungfraujoch

Kereta merah membelah bukit salju nan putih membawa kami menuju Jungfraujoch. Sebenarnya bahasa yang lebih tepat bukan membelah bukit ya, tapi melubangi gunung. Yup benar. Perjalanan kereta dari Kleinn Scheidegg menuju Jungfraujoch 90% adalah perjalanan di dalam terowongan.

Terdapat 3 stasiun yang akan kita lewati sampai akhirnya menuju Stasiun Jungfraujoch, yaitu Stasiun Eigergletscher, Stasiun Eigerwand, dan Stasiun Eismeer. Dari Kleinn Scheidegg hingga Eigergletscher kereta masih menempuh rute biasa.

Nah, selepas Eigergletscher, kereta mulai sangat terasa menanjak. Sangat menanjak, saking nanjaknya kita sampai tidak bisa berdiri tegak di atas kereta. Pasti miring, karena kalo berdiri tegak pasti jatuh. Tak lama setelah melewati Stasiun Eigergletscher, kereta mulai memasuki terowongan dan perjalanan di dalam terowongan ini akan terus berlanjut kita sampai di Stasiun Jungfraujoch. Wow.

Pemandangan-pemandangan terakhir sebelum akhirnya kereta masuk terowongan hingga Stasiun Jungfraujoch

Agar perjalanan tidak membosankan –karena di terowongan tidak ada pemandangan yang bisa dilihat– maka di Stasiun Eigerwand dan di Stasiun Eismeer kereta kami berhenti selama 10 menit lamanya. Selama 10 menit ini pengunjung dipersilahkan untuk turun dari kereta dan menikmati pemandangan yang disediakan di viewpoint.

Di masing-masing stasiun ini terdapat viewpoint dimana ada jendela kaca besar yang dari situ pengunjung dapat melihat pemandangan Pegunungan Alpen. Sayangnya, ketika perjalanan ini cuaca sedang tidak baik, sehingga ketika melihat dari viewpoint, yang terlihat hanyalah putih dan putih saja.

Foto di Viewpoint Eigerwand dan Eismeer. Ga ada yang bisa diliat, putih semua. Ternyata, Stasiun Eismeer sudah berumur 100 tahun loh. Wow.

Setelah melewati Stasiun Eismeer, maka sampailah kita di Stasiun Jungfraujoch, tujuan utama kita sedari tadi. Pukul 11.52 kami pun sampai di Jungfraujoch. Yuhuu, I’m coming!

Bagaimana perjalanan kami selanjutnya di Jungfraujoch? Nantikan di postingan selanjutnya yaa…

 

Advertisements

One thought on “Menuju ke Jungfraujoch (Interlaken Part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s