Enjoy Interlaken (Interlaken Part 2)

Ini adalah kelanjutan dari cerita saya sebelumnya, bisa diklik disini untuk membaca kisah sebelumnya. Pada bagian ini, kami sudah tiba di Interlaken di tanggal 15 April sore hari setelah menempuh perjalanan panjaang Delft-Amsterdam-Mannheim-Basel-Interlaken. Hahahaa.


Stay at Backpackers Villa Sonnenhof, 15 April pukul 15.30

Setiba di Interlaken, kami langsung menuju ke hostel Backpackers Villa Sonnenhof yang sudah kami pesan sebelumnya melalui situs www.hostelworld.com . Kami memesan kamar tipe Dorm untuk 6 orang mix, jadi bisa cewe cowo di dalemnya, harganya adalah CHF 42.48 per bed per malam. Cukup mahal memang, tapi kisaran harga tersebut menjadi wajar mengingat di Swiss adalah salah satu negara di Eropa yang memiliki biaya hidup lebih tinggi daripada biaya hidup di negara Eropa lainnya. Singkatnya, hampir semua yang di Swiss mahal-mahal.

20160416_072825

Ini hostel tempat kami menginap

Sesampainya di hostel, kami disambut oleh 2 orang resepsionis bernama Samantha dan Rafael. Mereka berdua sangat ramah dan berbahasa inggris sangat lancar. Kami pun tidak mengalami kesulitan saat berkomunikasi dengan mereka. Mereka pun menjelaskan tentang aturan-aturan yang berlaku di hostel ini. Satu hal yang menarik bagi para pelanggan di hostel ini, yaitu tiap orang yang menginap mendapatkan Interlaken Visitor’s Card yang mana dengan menggunakan kartu ini kita bisa mendapatkan banyak gratisan dan berbagai macam potongan harga. Yang menarik adalah dengan kartu ini kita dapat free use of local busses and trains serta dapat potongan harga ketika naik Herder Klum, titik tertinggi Interlaken.

20160418_205608-ed

Visitor’s card

Meskipun begitu, pada akhirnya kartu ini tidak kami gunakan karena kami lebih memilih berkeliling berjalan kaki, karena dengan berjalan kaki lebih banyak yang bisa kami lihat dan kami eksplor. Selain itu juga, kami tidak sempat naik ke Herder Klum karena waktu yang terbatas.

Sebelum masuk ke kamar, masing-masing kami diberikan kunci dan seprai sekaligus sarung bantal serta handuk, yang mana barang-barang ini harus dikembalikan ketika check out. Ya iya lah yaa, masa mau dibawa pulang. Kami berdua sekamar dengan 2 anak muda berasal dari Korea. Masih muda banget, lebih muda dari kami, kira-kira usianya 19-20an awal lah. Tapi kami tidak banyak komunikasi soalnya si cowo korea ini kurang lancar bahasa inggrisnya. Padahal saya juga sih.


Explore Interlaken

Setelah check in dan menyimpan barang serta istirahat secukupnya, tidak sampai setengah jam kami pun keluar lagi. Iyaa dong. Udah jauh-jauh ke Swiss masa sampe sini Cuma tidur doang di hostel? Sayaang banget dong. Apalagi kami datang di musim semi, dimana waktu siang sangat panjang. Waktu magrib saja baru di pukul 20.30.

Memanfaatkan siang yang panjang itulah kami pun berkeliling Interlaken. Tujuan utama adalah melihat Danau Brienz. Kami pun memulai perjalanan dengan dipandu oleh aplikasi maps.me . Aplikasi ini adalah aplikasi peta offline, dimana kita bisa tetap membuka peta dan mencari rute meskipun tidak ada mobile network maupun wifi. Cara kerjanya simple, sebelum berangkat pastikan kita sudah mendownload peta di wilayah yang akan kita tuju – peta sekaligus rute – kemudian untuk menjalankannya pastikan GPS pada smartphone ada aktif, karena aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan GPS untuk menentukan posisi kita.

Balik lagi ke explore Interlaken. Berhubung tujuannya adalah danau, maka kami pun mencari satu titik di peta yang kira-kira dekat dari danau lah. Kemudian kami menemukan satu titik tujuan, di peta tertulis namanya Wachtfeuer. Oke sip. 2.8 km jaraknya, kira-kira 33 menit berjalan kaki. Kelihatannya sih dekat dan mudah dicapai, tapi ternyata… ternyata itu jauh. Wkwkwk.Screenshot_2016-04-22-09-22-49

Perjalanan pun dimulai. Di awal-awal perjalanan, pemandangan masih cantik-cantik. Yang bikin cantik itu menurut saya utamanya adalah karena ada gunung-gunung es menjulang di sekeliling kota.

Selain gunung-gunungnya, yang bikin cantik adalah sungainya yang airnya biru kehijau-hijauan cantiikk sekali. Bener-bener cantik dan bening sehingga dasarnya pun keliatan gitu.


Ini sih namanya hiking

Cantik ya kotanya? Saya saja ketika melihatnya lagi jadi ingin kembali kesana. Percaya deh, aslinya itu lebih cantik lagi. Nah, selepas menyusuri sungai, kemudian berdasarkan peta, kami diarahkan untuk berbelok menuju jalanan yang agak menanjak. Kami sih masih senang-senang saja, tidak curiga, toh pemandangannya masih bagus.

Kecurigaan kami dimulai ketika kami kemudian disuruh berbelok menaiki bukit. Perasaan danaunya di bawah deh, kenapa malah disuruh naik ke bukit yaa? Usut punya usut, nama titik yang kami tuju kan Wachtfeuer, jika diterjemahkan bebas oleh saya sendiri, sepertinya arti dari Wachtfeuer ini adalah titik untuk melihat pemandangan, yang mana titik yang dimaksud adalah melihat pemandangan dari salah satu ketinggian. Singkatnya : kami harus naik bukit ini untuk mencapai Wachtfeuer ini.

Herannya, kami pun terus melanjutkan perjalanan. Karena, justru disitu lah serunya. Udah jauh-jauh kesini, masa sih ga dinikmatin semua pemandangan alam yang ditawarkan? Maka, resmilah kami pun melakukan hiking menaiki bukit ini. Seruu sekali.

Sekitar setengah jam berjalan (ga lama-lama kaan, cepet kok), akhirnya kami tiba di Wachtfeuer. Kami rasa ga sia-sia kami naik kesini. Karena beginilah pemandangannya.

DSC01270

Liat biru-biru yang di bawah sana? Itulah Danau Brienz.

Puas menikmati pemandangan, maka kami pun mulai melangkah turun. Tapi, kami memutuskan untuk melalui rute perjalanan yang berbeda dan perjalanan berangkat. Di perjalanan turun, makin bisa dilihat jelas pemandangan-pemandangan cantik Kota Interlaken serta Danau Brienz dari sela-sela pepohonan.

Keluar dari perbukitan ini, kami ketemu dengan rumah-rumah lagi. Rumahnya cantik banget, dan asiknya adalah dari sini kita bisa liat pemandangan yang cantik lagi. Huwoo.


Kembali ke Hostel

Dalam perjalanan pulang, kami mencoba mencari jalan pulang yang berbeda dengan jalan berangkat tadi.  Inginnya sih tidak melewati bukit lagi, karena lelah temmss. Lelah. Kami pun mengecek posisi dan mencoba mencari jalan pulang. Ternyata oh ternyata, begini hasilnya.

Screenshot_2016-04-22-11-19-21

3.5 km berjalan kaki. Ternyata dari tadi kami sudah berjalan cukup jauh, dan balik ke hostel itu tetap harus melewati bukit. Hanya saja, tidak perlu melewati Wachtfeuer, tapi kali ini kita melewati bukit bagian bawah, yang pemandangannya lebih beragam ternyata. Perjalanan 3.5 km pun tetap terasa indah (dan capek tertunya).

Terowongan kereta – dan menyusuri jembatan rel kereta

DSC01306

Kembali menuruni bukit. Liat kan jalanan turun di belakang saya?

Sisi bukit yang kami lewati ini ternyata lebih ramah dibanding sisi bukit ketika kami naik tadi. Disini jalannya bagus dan ada pagar di sisi-sisinya. Oh iya, kami baru tahu, ternyata di bawah bukit ini ada rel kereta loh. Kami baru sadar ketika kami melihat ada terowongan kereta di bawah bukit.

Itu diaa. Pas juga ada kereta lewat. Ada dandelion juga. Jadi inget cerita dandelion yang di Doraemon. Pada tau ga?

Nah, perjalanan pun berlanjut. Selepas melewati terowongan kereta tadi, resmilah kami keluar dari bukit-bukit. Dan sekarang, perjalanan pulang kami berlanjut menyusuri jembatan rel kereta api. What? Iya, kali ini kami bener-bener berjalan persis di sebelah rel kereta. Dan pas banget, pas kita jalan di pinggir rel itu, keretanya lewat doong. Tau gak rasanya? Jembatannya goyang. Takut banget jatoh ke sungai, padahal kemungkinannya kecil sih ya, kan udah dihitung beban jembatannya. Kaya bukan anak sipil aja. Hahahaa…

DSC01338

Ini jembatannya, diambil beberapa saat sebelum kereta datang

Kalo temen-temen ingat foto di beberapa paragraph di atas, ada foto yang diambil dari Wachtfeuer dan di foto tersebut terdapat jembatan yang menyeberangi sungai, nah, itu lah jembatan yang dimaksud. Dan pemandangan dari atas jembatan ini cantik sekali.

DSC01348

 

Menyusuri Pinggir Sungai dan Hey, Ada Sapi Disana!

Alhamdulillah kami sudah resmi benar-benar turun dari bukit dan jembatan rel. Sekarang kami menyusuri sungai. Dan, sembari menyusuri sungai, kami melihat ada padang rumput luas dan sapi-sapi yang sedang diberi makan oleh yang punya. Lucu deh sapinya.

DSC01411


Finally arrived at the hostel

Tak terasa, akhirnya setelah lama berjalan, kami pun tiba di hostel kami. Kami pun makan malam dengan menyeduh cup noodle yang kami beli ketika perjalanan tadi. Murah meriah. Oiya, sebagai penutup hari kami di Interlaken, kami pun menyempatkan mengambil beberapa potongan gambar Kota Interlaken di saat malam hari. Sangat indah. Saya pun tak sabar menanti esok pagi. Melihat Puncak Jungfraujoch!

DSC01434DSC01438

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s