Reichstag dan Glienicke (Berlin Part 3)

(Masih di) Sabtu, 2 April 2016

Setelah mengunjungi Brandenburg Gate, tujuan kami selanjutnya adalah mengunjungi Reichstag.  Saat ini, Reichstag merupakan gedung parlemen Jerman. Di bagian atap Reichstag terdapat dome yang dapat dikunjungi oleh public dan menawarkan pemandangan spektakuler dari atas sana. Tapi, sayangnya kami tidak mengunjungi dome tersebut. Kami hanya cukup berfoto di depan Reichstag ini saja.

024

Dem Deutschen Volke : To the German People

Di sebelah Reichstag ini terdapat Gedung Paul-Löbe-Haus, yaitu Gedung Legislatif Berlin. Dari hasil browsing setelah perjalanan pulang, di belakang gedung ini terdapat Gedung Marie-Elisabeth-Lϋders-Haus. Kedua gedung ini terpisah oleh Sungai Spree, namun terhubungkan dengan jembatan cantik. Sayang banget ga sempet liat jembatannya.

025

Gedung Paul-Lobe-Haus

026

Pemandangan di belakan Paul-Lobe-Haus, sayang tidak sempat kesana

Sumber :
By Andreas Steinhoff, Attribution, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=472267

Di depan Gedung Paul-Löbe-Haus, terdapat Gedung Kanselir Jerman. Tempat Ibu Angela Merkel berkantor.

027

Gedung Kanselir Jerman

Meski kami ga dapat pemandangan cantik jembatan penghubung Gedung Paul-Löbe-Haus dengan Gedung Marie-Elisabeth-Lϋders-Haus, paling engga kami tetap dapet sih pemandangan cantik Sungai Spree di siang hari.

028

Selamat Sore dari Sungai Spree


Istirahat Siang di Indonesisches Weisheits- und Kulturzentrum (IWKZ)

Selesai berkeliling di pusat kota Berlin yang sarat akan sejarah dan memori masa lalu, maka saatnya kami beristirahat sebentar, mencari tempat sholat. Sebelum berangkat ke Berlin, saya sempat browsing-browsing tentang lokasi masjid di Berlin, nah ternyata saya ketemu ini nih, IWKZ :  Indonesisches Weisheits- und Kulturzentrum – Pusat Kearifan dan Kebudayaan Indonesia.

Di IWKZ ini terdapat Masjid Al-Falah, yang merupakan satu-satunya masjid yang dibangun, dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat Indonesia. Mungkin juga merupakan satu-satunya masjid yang murni dikelola oleh kaum muslimin Indonesia di Jerman, sebagaimana dikutip dari situs resmi IWKZ ini : http://iwkz.de/index.php/tentang-kami

Perjalanan dari Gedung Paul-Löbe-Haus menuju IWKZ kami tempuh dengan berjalan kaki. Jaraknya adalah sekitar 2,5 km kalo berdasarkan Google Maps.

029

Tapi, alih-alih menggunakan rute yang ditunjukkan oleh Google Maps, kami lebih memilih memotong jalan melewati taman Fritz-Schloβ-Park. Ternyata, meskipun terlihat lebih pendek, tamannya itu agak sedikit berbukit, jadi sama aja capenya. Tapi, bagus loh pemandangannya.

030

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, kami tiba disini.

031

IWKZ terletak di persimpangan jalan a.k.a di pojokan antara Feldzeugmeisterstr dan Perleberger Str. Ketika kami tiba, kami menemukan beberapa mahasiswa Indonesia disini. Sayangnya saya lupa mengambil gambar di dalamnya. Datang langsung aja lah yaa kalo mau liat isinya seperti apa.


Glienicke Bridge

Setelah beristirahat di IWKZ, maka saatnya kami melanjutkan perjalanan dan ini adalah lokasi terakhir yang akan kami tuju sebelum akhirnya kami kembali pulang ke Belanda. Glienicke Bridge. Tak pernah mendengar? Wajar, karena memang lokasi ini –sepertinya- tidak terlalu popular sebagai tujuan wisata. Apalagi lokasinya yang di luar Kota Berlin. Sekitar 30 km dari Berlin.

034

Seperti yang sudah saya jelaskan pada postingan saya sebelumnya, Glienicke Bridge adalah lokasi penukaran antara Rudolf Abel dan Gary Power. Rudolf Abel adalah mata-mata Uni Soviet, yang tertangkap di Amerika, dan  Gary Power adalah tentara Amerika yang tertangkap oleh pihak Soviet sedang melakukan aksi spionase dari udara. Kejadian ini berlangsung pada masa Perang Dingin antara Amerika bersama sekutunya dengan USSR (Union Soviet of Sosialist Republics) atau biasa kita kenal dengan Uni Soviet.

Saya sendiri tau jembatan dan kisah ini dari film Bridge of Spies. Menarik filmnya, cukup direkomendasikan untuk ditonton.

Untuk menuju ke Glienicke Bridge, pertama-tama kami harus ke Stasiun Berlin Hbf terlebih dahulu. Dari Stasiun Berlin Hbf kami kemudian naik S-Bahn menuju S Wannsee kemudian dilanjutkan dengan bus menuju Glienicke Lake.

035

Setelah menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 1 jam, kami akhirnya tiba di Glienicke Bridge. Perjalanan yang lumayan jauh. Hehehe. Suasana di sekitar jembatan yang terbentang panjang menyeberangi Sungai Havel ini sangaat nyaman dan tenang. Ditambah dengan cuaca yang cerah dan angin sore membuat saya betah disini.

037

Glienicke Brigde


Glienicke Bridge adalah tempat terakhir yang kami kunjungi dalam perjalanan kami di Berlin. Selesai dari Glienicke Bridge, kami langsung menuju ke Berlin ZOB untuk kembali pulang ke Belanda.

Di Glienicke ini, terdapat danau besar yang menjadi tempat wisata. Tempatnya tidak terlalu ramai, tapi cukup cantik, bisa menjadi alternatif lain untuk wisata. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s