Mencapai Berlin (Berlin Part 1)

Perjalanan kami kali ini adalah menuju ke ibukota Jerman, Berlin. Kenapa ke Berlin? Simpel, karena murah dan cukup menarik bagi pecinta sejarah seperti suami saya. Dan bagi orang seperti saya, membawa orang yang mengerti sejarah ke tempat bersejarah adalah kenikmatan tersendiri, karena bisa mendapatkan guide gratis. ๐Ÿ˜€

Menurut saya, di kacamata orang yang awam tentang sejarah, Berlin, dan Jerman secara umum, merupakan kota yang menjadi saksi sejarah panjang, yang menurut saya cukup kelam, yang pengaruhnya ga cuma bagi Jerman sendiri, tapi juga dunia internasional. Sebut saja di zaman dimana Nazi berkuasa, zaman dimana adanya pembantaian besar-besaran Kaum Yahudi, kemudian di saat akhir Perang Dunia ke 2, dimana Jerman saat itu kalah perang dan kemudian wilayahnya dibagi-bagi. Kota Berlin saat itu menjadi terbagi 2, Berlin Barat, yang dikuasai oleh Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat. Adapun Berlin Timur dikuasai oleh Uni Soviet yang kemudian Uni Soviet membangun Tembok Berlin.

Begitulah kira-kira. Kalo nonton film, terasa serem aja sih, dimana jutaan Kaum Yahudi yang kemudian habis dibantai. Selain itu juga, kebayang banyaknya warga sipil yang meninggal ditembak ketika berusaha melewati Tembok Berlin. Ketika berada di reruntuhan Tembok Berlin, saya sejenak berusaha membayangkan seandainya saya hidup dan berada di masa itu. Penuh dengan ketakutan. Apalagi ketika pembantaian Zaman Nazi. Satu kaum dibawa, dikumpulin di suatu tempat penampungan, disuruh kerja paksa, kemudian kamu tiba-tiba bisa dibunuh secara brutal tanpa tahu apa alasannya.

Ada satu film menarik yang membahas tentang bagaimana Nazi memperlakukan Kaum Yahudiย pada zaman itu, Schindlerโ€™s List. Saya ga mau bahas filmnya kaya gimana, cuma silakan ditonton aja. Disitu ditunjukkin bagaimana perlakuan SS, tentara Nazi, terhadap para Yahudi. Selain Schindlerโ€™s List, satu lagi film yang ada bau-bau Jermannya adalah Bridge of Spies. Kalo film ini latarnya adalah di saat perang dingin, bukan Nazi. Dan film Bridge of Spies ini menginspirasi kami untuk mengunjungi beberapa tempat yang menjadi lokasi syuting film ini.


PERJALANAN KE BERLIN

Jumat, 1 April 2016

Kamiย berangkat ke Berlin naik Flixbus sahabat kita. Tarif dari Amsterdam Sloterdijk ke Berlin ZOB adalah โ‚ฌ29 per orangnya. Durasi perjalanannya 9 jam 45 menit. Untuk menghemat waktu, kamiย memilih perjalanan malam (pukul 23.15) sehingga sampe Berlin di pagi hari (pukul 09.00) dan bisa langsung jalan-jalan keliling-keliling.

Di Berlin, kamiย memilih untuk tidak menginap. Pertimbangannya adalah karena sebenernya untuk Berlin sendiri tempat yang kami kunjungi tidak banyak dan berada di satu titik (kecuali Glinicker Bridge), dan semuanya bisa diselesaikan sebelum malam.

Jadi, perjalanan kami di Berlin adalah seperti ini: berangkat Jumat malam, sampai Berlin di Sabtu pagi, keliling, Sabtu Malam naik bis ke Amsterdam, Minggu pagi sudah tiba kembali di Amsterdam. ๐Ÿ™‚

001

Selamat pagi! Meski banyak kincir anginnya, ini sudah tiba di Jerman, lho


KEMANA AJA DI BERLIN?

Tujuan kamiย adalah seperti ini:

Charlie Checkpoint > Berlin Wall Memorial > Holocaust > Bradenburg Gate > Reichstag > Glienicke Bridge

Dari Charlie Checkpoint hingga Reichstag lokasinya saling berdekatan sehingga kami lalui dengan berjalan kaki saja. Sementara untuk menuju Glienicke Bridge, karena lokasinya berada di luar Berlin, maka untuk mencapainya kita perlu naik kereta lagi.


TRANSPORTASI DI BERLIN

Sabtu, 2 April 2016

Kita tiba di Berlin ZOB (atau dalam bahasa inggrisnya adalah Berlin Central Bus Station) di pagi hari dan setelah itu kita pun langsung bersiap menuju ke tujuan awal, Checkpoint Charlie.

Ada beberapa jenis transportasi di Berlin, diantaranya adalah S-bahn, U-bahn, dan Bus. S-bahn adalah kereta di atas tanah, U-bahn kereta di bawah tanah, dan Bus yaa bis kaya biasa. Masing-masing haltenya cukup terintegrasi dengan baik. Ga terlalu bikin wisatawan nyasar sih (seharusnya).

Berlin ZOB to Charlie Checkpoint

Berdasarkan situs http://www.s-bahn-berlin.de/en/route-information, untuk menuju ke Charlie Checkpoint bisa dengan menggunakan rute seperti ini:

002

Keliatannya simple kan? Tinggal cari haltenya, naik, duduk, sampe, turun deh. Tapi, percayalah, perjalanan kami tidak semulus batu akik yang baru digosok. Keluar dari Berlin ZOB kami celingak celinguk aja kaya orang linglung mencari halte yang dimaksud. Bersyukurlah di zaman yang serba modern ini, handphone pun udah bisa berfungsi sebagai gps, meskipun pada penerapannya di lapangan tetep aja bikin bingung, tapi akhirnya sampe juga di halte yang dimaksud.

Halte Masurenallee/ZOB (Berlin) itu sebenernya deket dari terminal bisnya, hanya saja nyebrangnya agak jauh dan butuh effort sih. (effort nyari karena ga tau dimana, kalo uda tau sih ga perlu pake effort lagi). Dapet haltenya, tidak semerta-merta persoalan selesai. Pertanyaan selanjutnya muncul, nanti bayar bisnya gimana yaa?

Dari hasil browsing saya sebelum jalan, ada yang jual tiket 1 Day Ticket gitu, jadi tiketnya bisa dipake selama satu hari penuh. Harganya โ‚ฌ7 per orang. Nah, kami berniat untuk beli itu aja. Lumayan laah, biar ga repot bayar-bayar lagi, dan kayanya jatohnya bisa lebih murah. Nah pertanyaan kami pas udah sampe halte itu adalah, dimanakah kami bisa mendapatkan tiket terusan ini?

Bingung? Bingung doong. Kami berdua sama-sama belum pernah ke Berlin dan saya pun kemaren ga baca juga tentang gimana beli tiket 1 Day Trip ini. Saya pikir bakal dengan mudah disediakan di stasiun-stasiun besar gitu. Ternyata di ZOB itu ga ada yang jualin. Hiks sedih.

Beli Tiket 1 Day Trip Berlin Bisa di Supir Bis

Banyak membaca, maka kamu akan tau banyak hal. Eta pisan. Jadi sembari nunggu bisnya datang, saya pun baca-baca tempelan-tempelan informasi yang ada di halte. Ternyata disitu ada tulisan, yang menyatakan bahwa karcis bisa didapatkan di supir bisnya. Problem half solved. Okelah, meski ga tau beli tiket 1 Day Trip dimana, paling engga ya udah bisa naik bisnya dulu trus bayar di atas juga ga masalah. Nanti sampe di tujuan bisa dicari. Nah, pas saya mau beli tiketnya, saya tanya deh tuh, bisa ga beli tiket 1 Day Trip, eh, ternyata bisa. Wuih, mantap yaa. Jadi ternyata 1 Day Ticket Trip in Berlin bisa dibeli di bus sodara-sodara. Bentuk tiket public transportnya itu kaya bon alfamart. Cuma secarik kertas tipis aja. Gampang banget ilang dan gampang banget kebuang.

003

Ini dia tiket yang saya beli di supir bus nya.

No Check In No Check Out

Satu hal yang saya ga paham ketika naik bisnya adalah, ga ada ketentuan kami harus check in dan check out ketika naik dan turun bisnya. Pemeriksaan tiket pun tidak ada. Ketika naik bis, kami cuma nunjukkin karcis, karcis yang mana kertas udah lecek dan ga jelas juga tulisannya apa. Dan, ga semua yang naik itu nunjukkin karcis, dan itu ga masalah. Dengan kata lain, orang yang ga beli karcis pun bisa naik.

ย Ini ternyata ga cuma berlaku ketika naik bis, tapi juga ketika naik S-Bahn. Masuk stasiun ya tinggal masuk aja, keluar ya tinggal keluar aja. Entah mungkin semuanya seperti ini, atau memang ada aturan lain saya kurang paham. Yang jelas, akhirnya saya tiba nih di tempat tujuan awal, yaitu Checkpoint Charlie.

Gimana kisahnya? Nantikanย di postingan selanjutnya yaa. Sengaja tulisannya dibagi-bagi biar ga kepanjangan bacanya (dan ngetiknya juga), hehehe.

Advertisements

2 thoughts on “Mencapai Berlin (Berlin Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s