Visit Amsterdam!

Ini adalah perjalanan lanjutan kita berdua dari Zaansche Schans. Lanjut dari ZS, kita langsung cuss kesini. Yuk, mari ah.

Amsterdam adalah ibukota Belanda. Iya sih, udah pada tau pastinya. Kesan pertama ketika tiba di Amsterdam adalah, kota ini sangat ramai sekali dengan pejalan kaki. Bayangkan, ketika keluar dari Amsterdam Centraal Station, pemandangan yang terlihat adalah ratusan orang berjalan kaki memadati trotoar kota dan kita pun harus ikut berjejalan bersama mereka ketika berjalan berkeliling kota. Sebagai orang yang biasanya liat Delft yang tentram, maka agak kaget juga sih ya boo. Ini kotanya kok rame banget. Ga Cuma rame orang, rame mobil juga, meskipun ga sampe macet kaya Jakarta.

Mungkin ini karena infrastruktur untuk pejalan kaki di Amsterdam ini memang bagus banget: trotoar nyaman dan fungsi penyeberangan untuk pejalan kaki di tiap-tiap lampu lalu lintas berjalan dengan baik, maka pejalan kaki bakal aman tuh buat nyebrang-nyebrang jalan. Jadi ga heran banyak yang mutusin untuk berjalan kaki, apalagi kalo tujuannya hanya berkeliling di pusat kota Amsterdam aja.

Dari hasil browsing beberapa hari sebelumnya, ada beberapa tempat yang menarik nih untuk dikunjungi di Amsterdam, yaitu:

  1. Koninklijk Paleis
  2. Madame Tussauds
  3. Anne Frank Huis
  4. Rijksmuseum
  5. Van Gogh Museum
  6. Naik Rondvaart (naik kapal mengelilingi kanal Amsterdam)

Nah, dari sekian banyak tempat yang disebut di atas, dalam perjalanan kali ini, yang bener-bener kita niatkan untuk masuk adalah Rijksmuseum dan Anne Frank Huis, meski akhirnya gagal masuk juga di Anne Frank Huis karena antrian masuknya panjang banget. Sementara untuk tempat-tempat lainnya, kita Cuma foto-foto aja. Tapi kita juga sempet naik kanal kok.


Koninklijk Paleis

Koninklijk Paleis Amsterdam atau dalam bahasa inggris adalah The Royal Palace of Amsterdam merupakan Istana Raja Belanda yang terletak di Dam Square, di tengah kota Amsterdam. Istana ini dibuka untuk umum apabila tidak terdapat royal events. Jika terdapat royal events, maka istana ditutup untuk umum. Untuk lebih jelasnya mengenai jadwal kapan saja istana dibuka untuk umum bisa dilihat di http://www.paleisamsterdam.nl/en/opening-hours. Istana ini bisa dikunjungi di pukul 10.00 – 17.00, dengan harga masuk sebesar €10,- untuk orang dewasa.

Ketika kita ke Amsterdam, kita memang ga rencanain buat masuk, jadi kita foto-foto aja di depan. Untuk mencapai Koninklijk Paleis ini gampang kok. Cukup jalan kaki aja sekitar 900 meter dari Amsterdam Centraal Station, yaah kira-kira 12 menit laah. Kalo ditanya kenapa kita ga ngunjungin ini, yaa, karena ga menarik aja menurut kita, hehe. Menariknya cuma buat foto-foto aja di gedung depannya. Kaya gini.

001

Koninklijk Paleis

Eh, ini fotonya diambil setelah mau pulang deng, abis cape keliling-keliling, makanya udah gelap.


Madame Tussauds

Berada di sebelah The Royal Palace Amsterdam, di kawasan yang sama terdapat Madame Tussauds. Apaan tuh? Itu loh, museum yang isinya adalah replika-replika tokoh-tokoh terkenal dan selebritis. Replika yang dibuat dari lilin ini mirip banget dengan aslinya (kalo liat di foto sih gitu).

Menarik sih, tapi kita juga ga masuk kesini. Waktunya terbatas, karena tujuan utama kita masuk ke Rijksmuseum. Lagipula, kan lokasinya masih di Belanda juga, masih bisa lah di lain waktu. Sebagai gantinya, ya cukuplah difoto.

002

Gedung Madame Tussauds dari kejauhan

Jam buka Madame Tussauds tergantung hari nya. Senin-kamis dia buka dari pukul 09.30 – 20.00 sementara di Jumat-Minggu dari pukul 09.30 – 22.00. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa cek di https://www2.madametussauds.com/amsterdam/en/plan-your-visit/opening-times/

Harga masuknya beragam, dimulai dari €23.5 per orang untuk dewasa. Kalo cek di websitenya, jenis tiketnya beragam, ada Online Saver Ticket, ada  Madame Tussauds + The Amsterdam Dungeon Ticket, Big Ticket, Madame Tussauds + Canal Trip, dan Madame Tussauds +Xtracold Icebar. Silakan pilih aja sesuai dengan keinginan. Informasi lebih lanjut bisa dilihat disini https://www2.madametussauds.com/amsterdam/en/tickets/


Rijksmuseum

DSC00168

Naah, ini dia tujuan awal kita. Rijksmuseum. Kalo kata Wikipedia, Rijksmuseum adalah museum nasional Belanda yang didedikasikan untuk seni dan sejarah Belanda. Untuk lebih jelasnya tentang sejarah Rijksmuseum bisa diliat di Wikipedia yaa https://en.wikipedia.org/wiki/Rijksmuseum.

Karena kita emang udah niat dari awal untuk masuk kesini, maka kami pun udah beli tiketnya secara online. Tiket bisa dibeli di situs ini https://www.rijksmuseum.nl/en/tickets Untuk dewasa, harga tiketnya adalah €17.5 . Jadi, kalo udah punya tiket ini, kita ga perlu lagi ngantri, cukup tunjukkin tiket nya aja ke petugas ketika masuk. Jam buka museum adalah dari 09.00 – 17.00. Kalo dari situsnya, dijelasin kalo peak hournya adalah jam 11.00-14.00, jadi diusahain jangan pas jam segitu nyampenya. Ketika kita dateng kemarin jam stengah 12 sih memang cukup rame.

Sebelum masuk, biar lebih mudah mengeksplorasi museum ini, tak lupa kita minta peta museumnya. Sebenernya ga perlu minta sih, tinggal ambil aja di meja informasi. Jadi, ketika masuk ke dalam Rijksmuseum, di tengah ruangan itu ada meja informasi berbentuk melingkar. Nah, tinggal ambil aja deh peta museumnya disitu. Tersedia berbagai macam bahasa, ga cuma Bahasa Inggris aja, tapi sayangnya Bahasa Indonesianya ga ada.

003

Buku panduan Rijksmuseum

Gedung Rijksmuseum ini terdiri dari 4 lantai. Lantai dasar, Lantai 1, Lantai 2, dan Lantai 3, dan masing-masing lantai terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian sayap kanan dan sayap kiri. Keliatannya kecil ya cuma 4 lantai, tapi museum ini luas banget lho. Koleksi seni dan sejarah di tiap-tiap lantainya berbeda, terbagi berdasarkan tahun dimana koleksi tersebut dibuat. Koleksi seni dan sejarah dari tahun 1100an hingga tahun 2000an ada di museum ini, sebagaimana bisa dilihat pada peta museum:

004

Denah Rijksmuseum

Sebenernya saya bukan penikmat seni, juga bukan pecinta sejarah. cuma yang membuat saya menarik di museum ini adalah adanya koleksi-koleksi dari Pulau Jawa di sekitar tahun 1700-1800an. Tapi, sayangnya saya ga foto koleksi-koleksinya. Salah satunya adalah lukisan ini.

006

Enter a caption

“De onderwerping van den hoofd-muiteling Diepo Negoro van den Luitenant General De Kock einde van Den oorlog op Java 1825-1830”

Lukisan itu adalah lukisan tentang penaklukan Pangeran Diponegoro ketika Perang Jawa (Den Oorlog op Java) pada tahun 1825-1830. Perang ini melibatkan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal De Kock melawan penduduk Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.

Selain lukisan penaklukan Pangeran Diponegoro itu, yang menarik lainnya adalah Kapal William Rex ini.

007

Kapal model ini adalah kapal perang Belanda di akhir abad ke-17. Kapal ini dibuat di galangan kapal di Vlissingen. Bentuk asli dari kapal ini berukuran kira-kira –atau bahkan lebih- 12 kali lebih besar dari model yang ada di Rijksmuseum ini. Kebayang dong gedenya kaya apa yaa.

Satu lagi yang menarik adalah Lukisan De Nachtwacht (The Night Watch) karya Rembrant.

008


Di sekitar Rijksmuseum

Pada tau kan kalo di Amsterdam itu ada susunan huruf-huruf 3 dimensi bertuliskan, “I Amsterdam” yang diletakkan di 4 lokasi yang berbeda. Salah satu lokasi tulisan tersebut adalah di depan Rijksmuseum ini. Nah, pas banget ya, dari awal landing di Amsterdam kan pengen banget ya foto di tulisan ini, tapi pas liat lokasinya, aduuh, ampun deh mau foto jadi males.

009

Tulisan I amsterdam. Ramee yaa

010

Tapi tetep foto sih meskipun rame

Selain tulisan ini, di sekitar Rijksmuseum juga ada Van Gogh museum. Kita ga masuk sih, soalnya ga ngerti seni kan, jadi mending foto luarnya aja. Bagus soalnya gedungnya.

011


Anne Frank Huis – Museum Anne Frank

Selepas Rijksmuseum, kita selanjutnya berencana mengunjungi Anne Frank Huis. Tau kan ya? Anne Frank adalah salah satu dari jutaan korban pemburuan Yahudi yang dilakukan oleh Nazi pada masa Perang Dunia II. Anne Frank lahir dan tinggal di Jerman, namun ketika Nazi mulai berkuasa dan mulai menerapkan rezim anti-Yahudi, keluarga Frank kemudian pindah ke Amsterdam, kota dimana Otto Frank, ayah Anne Frank berbisnis.

Namun, di bulan Mei 1940, Jerman menduduki Belanda, dan rezim Nazi yang anti-Yahudi pun diterapkan di Belanda. Saat itu lah Anne Frank dan keluarga kemudian bersembunyi di kantor Otto Frank di Amsterdam, yang sekarang menjadi Museum Anne Frank ini. Terdapat 8 orang yang bersembunyi di kantor Otto Frank. Persembunyian mereka ini hanya diketahui oleh office staff Otto, yang mana juga membantu mereka dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Frank sekeluarga bersembunyi selama 2 tahun sebelum akhirnya persembunyian mereka terungkap dan mereka semua ditangkap dan dibawa ke kamp penampungan. Setelah penangkapan keluarga Frank, diary Anne Frank diselamatkan dan disimpan oleh salah satu staff Otto, dan setelah perang usai, diary tersebut dikembalikan ke Otto Frank. Dari 8 orang keluarga Frank yang bersembunyi, hanya Otto Frank lah yang satu-satunya selamat dalam perang. 7 orang lainnya meninggal dunia di kamp penampungan, termasuk Anne Frank sendiri yang meninggal dalam kamp penampungan di Bergen-Belsen.

Itu lah sejarah singkat Anne Frank. Sayangnya, kita tidak berhasil masuk Anne Frank Huis ini karena antriannya panjang bener. Tapi kita berhasil dapet Museum Guidebooknya, lumayan lah jadi bisa baca-baca sejarah singkat Anne Frank.

012

Guidebook Anne Frank Huis

Jam buka Anne Frank Huis adalah sebagai berikut:

April – Oktober : buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 22.00
November – Maret : buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 19.00 (sampe pukul 21.00 untuk hari Sabtu)

Harga tiket masuknya adalah €9 untuk dewasa. Untuk lebih lengkapnya bisa lihat di http://www.annefrank.org/en/Museum/Practical-information/Opening-hours-prices-and-location1/


Naik Rondvaart

Karena ga jadi masuk Anne Frank, maka kemudian kita langsung menuju ke kanal, untuk naik kapal menyusuri kanal-kanal di Amsterdam. Tau kan yaa, kalo Amsterdam itu terkenal dengan Kota Seribu Kanal.

013

Harganya €16,- per orang, dan kita bisa keliling kanal di Amsterdam selama 45 menit. Lumayan lama kaann. Pemandangannya bagus banget lho, selain itu selama perjalanan ada penjelasan berbentuk audio dalam 15 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Setelah membeli tiket, kita pun sudah bisa langsung naik ke atas kapal. Lokasi tempat kita naik kapal ini bukan lokasi yang ramai, sehingga tidak terlalu banyak yang naik ke kapal kami. Jadi, berasa kapal pribadi deh. Hehehe.

015

Tak lama, kapal pun mulai bergerak maju! Selamat berkeliling kanal!


Amsterdam di Waktu Malam

Kami selesai berkeliling kanal ketika matahari mulai tenggelam. Sebelum memutuskan untuk pulang, kami sempat berkeliling-keliling kota untuk merasakan atmosfer malam di Amsterdam. Di malam hari, Amsterdam masih tetap ramai, atau mungkin malah tambah ramai. Penikmat kota masih berjalan di sekeliling pusat kota. Tak lupa saya mengambil foto ketika menjelang malam.

Dan, perjalanan malam ini pun ditutup dengan patung The Night Watch, yang lukisannya sudah kita liat tadi siang di Rijksmuseum. Patung yang terbuat dari perunggu ini terletak di Rembrandtplein, Amsterdam.

029

Selamat malam, dari Amsterdam!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s