Welcome to Delft!

Masih tentang hari Sabtu, 27 Februari 2016, hari pertama gw tiba di Belanda.


Menuju ke Delft

Untuk menuju ke Delft dari Amsterdam cukup mudah, cukup dengan naik kereta tanpa transit alias langsung selama kurang lebih 45 menit. Pas pertama kali gw sampe di Amsterdam, gw suka banget sama bandaranya karena desainnya yang modern banget.

Stasiun Amsterdam ini terintegrasi langsung dengan Bandaranya. Jadi, kita ga perlu keluar bandara untuk mencapai stasiunnya, karena stasiunnya itu ada di bawah tanahnya si bandara. Mantaap kan? Kapan ya kereta bandara di soekarno-hatta jadi? Dengan terintegrasinya berbagai moda transportasi ini, sangat memudahkan para penumpang, karena mereka ga perlu repot-repot lagi pake kendaraan pribadi untuk menuju maupun dari Bandara.

Jam stengah 8 pagi di akhir bulan februari ini macem stengah 6 di Jakarta. Masih baru-baru terang, matahari baru naik, jadi dinginnya luar biasa. Salah waktu banget nih datang di saat winter, meski udah akhir-akhir juga tetep aja dinginnya ga berakhir. Hahahaa. Niat awal gw sih, sesampai di Bandara Schipol gw mau foto dulu tuh di tulisan I Amsterdam. Tapi, karena ribet bawa-bawa koper dan tas yang berat, akhirnya ga jadi deh. Toh gw masi punya 365 hari lebih di Belanda ini.


Gunakan OV-Chipkaart untuk Public Transportnya!

Kita ke Stasiun Amsterdam dengan cara turun lift. Gampang banget yaa. Nah, satu hal nih yang menarik di Belanda. Untuk menggunakan public transport nya diperlukan yang namanya OV Chipkaart, semacam kartu chip gitu, yang bisa diisi ulang. Kartu ini harus dimiliki oleh setiap pengguna public transport. Untuk di stasiun-stasiun besar seperti Amsterdam Schipol, mereka ada counternya gitu, jadi bisa beli di counter. Tapi kebanyakan stasiun sih, biasanya ada mesin yang memang fungsinya untuk menjual OV Chipkaart ini. Bayarnya bisa pake koin, kartu atm, dan uang kertas. Mostly sih Cuma bisa pake kartu atm. Jenis OV Chipkaart ini ada 2, ada yang buat sekali jalan sama buat yang bisa diisi ulang. Gw pun turut membeli OV Chipkaart ini pake kartu atm laki gw. Kita beli yang sekali jalan aja, soalnya kata laki gw sebenernya dia udah beliin buat gw yang bisa diisi ulang, Cuma ga kebawa aja.


Bagaimana Sarana Infrastruktur Keretanya?

Stasiunnya bagus. Bagus banget. Modern abis. Dan, informasi yang disajikan di papan pengumuman pun sangat jelas, jadi kemungkinan kita nyasar tuh kecil. Yang penting kita tau stasiun tujuan kita apa, cukup cari aja di papan-papan informasi yang disediakan sebelum masuk peron. Setelah ketemu di peron berapa kereta yang akan kita naikin, lalu untuk masuk ke peron jangan lupa untuk check in dengan cara tap di tempat yang ditentukan yaa. Penting banget. Di beberapa stasiun, tempat check in nya itu ada barriernya, tapi banyak juga stasiun yang mana hanya menyediakan tiang setinggi 1-2 meter untuk tap kartu untuk check in maupun check out.

Yang hebat di dalam infrastruktur kereta ini, selain tadi gw bilang papan informasi yang sangat informatif, hal lain adalah kereta nya sangat on time. Waktu kedatangan dan keberangkatan kereta yang tercantum dalam papan informasi sesuai dengan kenyataan. Kalaupun memang kereta mengalami keterlambatan, maka di papan informasi pun akan ditulis, kereta terlambat berapa menit, dan lagi, misalkan disitu tertulis terlambat 2 menit, maka 2 menit dari jadwal yang tertulis kereta nya benar-benar datang. Ga di-php-in. Hebat. Ga kaya KRL Jabodetabek kita. Huft.

Kereta pun datang. Jadi, kereta disini namanya adalah NS. Ada 2 jenisnya, ada Intercity dan Sprinter. Kalo Intercity itu kereta untuk jarak jauh, dan dia ga berhenti di tiap stasiun. Hanya di beberapa stasiun besar aja. Selain itu keretanya tingkat. Ga semuanya tingkat sih, tapi kalo nemu kereta tingkat, itu pasti Intercity. Kalo Sprinter itu kereta jarak dekat, dan berhenti di tiap stasiun. Keretanya biasa aja. Ga tingkat juga. Kalo soal kenyamanan sih, sama-sama nyaman yaa. Baik Intercity maupun Sprinter, ada 2 kelas. Kelas 1 dan Kelas 2. Kelas 1 harganya lebih mahal. Katanya sih dia lebih nyaman. Cuma gw bilang sih, yang kelas 2 nya aja udah cukup nyaman kok.

Oiya, ada lagi yang membedakan kereta di Belanda dengan di Indonesia. Kalo di Belanda, untuk membuka pintu kereta harus pencet tombol dulu, kalo ga ada yang mencet, dia ga akan kebuka.

Kalo untuk petugas keretanya, jarang-jarang ada petugas kereta yang meriksain tiket satu-satu. Nah ini dia pentingnya check in, karena kalo pas ada petugas dan ketauan ga check in, kamu bisa denda atau disuruh turun di stasiun selanjutnya.


Tiba di Delft

Balik lagi ke perjalanan gw, setelah kereta datang, kereta kami kereta Intercity, kita pun masuk ke kereta (yaiyalah yaa). Karena bawaan yang cukup banyak, akhirnya kita milih untuk berdiri di bawah tangga gitu sambil jagain koper. Ribet soalnya kalo masuk ke dalam dan cari tempat duduk sambil bawa-bawa koper. Fyi aja, kalo di kereta Intercity, untuk masuk ke tempat duduknya kita harus ngelewatin pintu kaca agak kecil gitu. Cukup buat seorang doang. Karena takut kopernya ga muat lewat pintu itu, ya dan karena ribet juga, makanya akhirnya kita berdiri aja. Sambil menikmati perjalanan pertama gw dari Amsterdam menuju ke Delft.

This is my first time in Europe. Keren loh ternyata Eropa ini. Dalam perjalanan Amsterdam-Delft, komplit pemandangannya, ada gedung-gedung tinggi, ada juga ijo-ijo kebun-kebun danau-danau. 40 menit berdiri pun ga kerasa. Ga taunya uda sampe aja di Stasiun Delft.

Perjalanan belum selesai yaa temaans. Setiba di Stasiun Delft kita masih ada perjalanan bersama koper cantik menuju ke apartemen laki gw yang mana itu apartemen dia juga sih yaa. Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki. Jaraknya sekitar 1 km aja kok. Ajaa? Iya aja. Untuk ukuran disini, jalan kaki 1 kilo 2 kilo mah deket.

Keluar dari Stasiun Delft, wuiihh, udara dingin langsung menerpa. Dingin  banget serius asli sumpah. Tadi kan udah dibilang yaa, cuaca di Amsterdam 1 derajat. Nah, disini yaa sama lah sekitar itu. Gw ngomong pun sampe keluar uap-uap gitu. Pake coat dan sleeves juga tetep kerasa dinginnya.

Nah, tadi kan uda ngerasain yaa nyaman teraturnya kereta di Belanda ini. Ada satu lagi nih tambahan yang bikin gw seneng buat tinggal disini. Karena fasilitas pejalan kakinya itu bagus banget. Trotoarnya ga putus dan kalo nyebrang itu pejalan kaki bener-bener dikasih prioritas. Jadi, perjalanan gw dari Stasiun Delft ke rumah pun nyaman banget meskipun dengan bawaan yang cukup banyak.

Whooaa. Setelah menempuh perjalanan panjaaang. Finally, sampe jugaa deh di rumah baru gw. Waktunya istirahaat!!!

20160229_161802_001

Itu dia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s